Mengutip Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent turun 1,3 persen ke level US$61,91 per barel. Sementara harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,9 persen menjadi US$55,91 per barel.
Sepanjang pekan lalu, harga minyak mentah Brent sendiri terkoreksi sebesar 3,7 persen. Tak jauh beda, harga minyak mentah berjangka WTI turun 3,6 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Presiden AS Donald Trump mengaku telah menolak permintaan kepala negara itu.
"Kami benar-benar mengikuti semua berita," kata Phil Flynn selaku Analis Price Futures Group, dikutip Senin (30/9).
[Gambas:Video CNN]
"Arab Saudi menjadi pengaruh utama pergerakan harga minyak bulan ini," kata Jim Ritterbusch, dari Ritterbusch and Associates.
Sebelumnya, pesawat tanpa awak (drone) telah menyerang fasilitas minyak di Arab Saudi pada pertengahan September ini. Serangan itu memangkas separuh dari produksi minyak mentah Arab Saudi sekaligus membatasi kapasitas cadangan negara tersebut.
Salah satu sumber Reuters menyebutkan Arab Saudi sudah mengembalikan kapasitas produksi menjadi 11,3 juta barel per hari. Namun, Saudi Aramco belum mengkonfirmasi kabar tersebut.