BI mencatat pertumbuhan uang beredar tersebut turun. Pasalnya, pada Juli uang beredar masih bisa tumbuh 7,8 persen.
Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko menjelaskan bahwa penurunan pertumbuhan uang beredar tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya disebabkan oleh penurunan pertumbuhan aktiva bersih di dalam negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tagihan bersih kepada pemerintah pusat juga masih mengalami kontraksi sebesar -2,5% (yoy) meskipun tidak sedalam bulan sebelumnya," katanya seperti dikutip dari pernyataan di situs BI, Senin (30/9).
Onny mengatakan perlambatan jumlah uang beredar pada Agustus kemarin masih tertahan pertumbuhan aktiva luar negeri bersih yang meningkat dari 1,5% pada Juli menjadi 2,9% pada Agustus. Peningkatan terjadi sejalan dengan meningkatnya cadangan devisa dan penurunan DPK valas.
[Gambas:Video CNN] (agt)