Girder Pertama Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dipasang

CNN Indonesia | Senin, 30/09/2019 12:32 WIB
Girder Pertama Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dipasang Pemasangan girder pertama proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Cikarang, Jawa Barat, Senin (30/9). (CNN Indonesia/Aria Ananda).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk resmi memasang girder pertama proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Girder atau balok beton seberat 900 ton itu menandai perkembangan proyek kereta cepat pertama Indonesia tersebut.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Direktur Utama KCIC Chandra Dwiputra, Direktur Utama Wijaya Karya, bersama pihak terkait lainnya menandatangani acara pemasangan girder pertama proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Cikarang, Jawa Barat, Senin (30/9).

Girder diletakkan di antara dua penyangga sebagai fondasi lintasan kereta cepat dalam area casting yard 1 DK 28 atau tepatnya pada sisi kilometer (km) 26 dari Tol Jakarta-Cikampek.

"Kita bisa menyaksikan momen penting pekerjaan kereta cepat Jakarta-Bandung, yaitu pemasangan girder pertama," kata Chandra di depan lokasi pemasangan girder, Senin (30/9).

Lebih lanjut ia menjelaskan sebanyak 60 persen struktur proyek kereta cepat merupakan struktur elevated (melayang) dari total rute sepanjang 142,3 km.

Terkait pembebasan lahan, ia menuturkan progresnya udah mencapai 99,03 persen pada Jumat (27/9) lalu. Sementara itu, total proses pekerjaan telah mencapai 34,89 persen dari target.

"Progres pembebasan lahan sendiri sudah mencapai 99 persen, dan total proses alhamdulillah sudah hampir 35 persen," terang dia.

Penyelesaian pekerjaan terowongan Walini pada Mei 2019 lalu, diikuti pemasangan girder untuk mengejar target mengoperasikan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung pada 2021 mendatang.


"Prosesnya sangat panjang untuk meyakinkan beberapa pihak yang kurang yakin bahwa Indonesia dapat memiliki kereta cepat," imbuh Rini Soemarno.

Untuk mempercepat progres pembangunan, rencananya pencairan pembiayaan kelima untuk proyek kereta cepat ini akan dilakukan sebesar US$400 juta oleh China Development Bank (CDB). CDB merupakan bank penyalur pembiayaan proyek.
[Gambas:Video CNN]
Sebanyak 75 dari total pembiayaan proyek KCIC ditopang oleh kredit CDB, yaitu sebesar US$4,55 miliar. Sementara, total nilai proyek KCIC sendiri mencapai US$6,07 miliar.

Kepala Manajer Proyek dari Powerchina Sinohydro Xi Zhongwei menambahkan kereta cepat akan memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi hanya 40 menit. Kecepatannya diperkirakan melaju hingga 350 km per jam.

"Kereta cepat Jakarta Bandung adalah kereta cepat pertama di Indonesia, dan bahkan di Asia Tenggara. Setelah proyek ini selesai dibangun dan beroperasi, perjalanan Jakarta-Bandung akan dipersingkat menjadi 40 menit dari sebelumnya 3 jam," tutur Xi. (ara/bir)