Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan realisasi ini menjadikan inflasi tahun kalender mencapai 2,2 persen hingga September kemarin. Kemudian, deflasi ini juga lebih dalam dibanding dari September tahun lalu yang mencatat deflasi 0,18 persen.
"Bisa kami simpulkan inflasi masih terkendali," ujarnya, Selasa (1/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, deflasi ini tertahan oleh inflasi di kelompok sandang, utamanya karena kenaikan harga emas perhiasan sebesar 0,72 persen dan memberi andil inflasi 0,05 persen di September. Inflasi emas ini terjadi di 78 kota, di mana kenaikan harga paling tinggi terjadi di Cirebon sebesar 10 persen.
"Harga beras pun menyumbang inflasi, tapi tenang saja karena pemerintah memastikan stok beras masih tetap aman," tutur dia.
Dengan demikian, ini menyebabkan inflasi secara tahunan (year-on-year) mencapai 3,39 persen. Ia bilang angka ini masih terkendali meski ada beberapa hal yang perlu diantisipasi menjelang akhir tahun nanti.
"Kami harapkan, inflasi tiga bulan terakhir akan terkendali meski kami antisipasi Desember nanti ada kenaikan permintaan di libur sekolah dan persiapan Natal dan tahun baru," pungkas dia.
[Gambas:Video CNN] (glh/bir)