Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air Rujuk

CNN Indonesia | Selasa, 01/10/2019 14:29 WIB
Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air Rujuk Direktur Utama Citilink Juliandra Nurtjahjo, Perwakilan Pemegang Saham Sriwijaya Air Jefferson, dan Direktur Utama GMF Aeroasia Tazar kurniawan memutuskan rujuk dan melanjutkan kerja sama di Gedung Serbaguna GMF, Tangerang, Selasa (1/10). (CNN Indonesia/Aria Ananda).
Jakarta, CNN Indonesia -- Garuda Indonesia Group, termasuk Citilink dan GMF Aeroasia memutuskan melanjutkan Kerja Sama Manajemen (KSM) dengan Sriwijaya Air. Keputusan itu dicetuskan saat konferensi pers Direktur Utama Citilink Juliandra Nurtjahjo, Perwakilan Pemegang Saham Sriwijaya Air Jefferson, dan Direktur Utama GMF Aeroasia Tazar kurniawan.

"Baru saja pagi hari ini Garuda Group dan Sriwijaya Air yg diwakili pemegang saham menyepakati komitmen KSM atau kerja sama manajemen tentang keberlangsungan dari kerja sama manajemen, untuk terus dilanjutkan kerja sama manajemen ini," ujar Juliandra di gedung GMF, Tangerang, Selasa (1/10).

Juliandra yang juga mewakili Garuda Indonesia Group juga menyatakan bahwa keberlangsungan kerja sama tersebut adalah hasil dari pertemuan antara Garuda Indonesia dan pemegang saham Sriwijaya Air yang difasilitasi oleh Kementerian BUMN. Namun, Juliandra tidak merinci kapan pertemuan tersebut terjadi.

Ia mengungkapkan empat alasan penyebab lahir kembalinya KSM antara Garuda Indonesia group dengan Sriwijaya Air Group yang sempat kandas.

Pertama, kedua pihak telah berkomitmen untuk mengedepankan safety atau kelayakan dari Sriwijaya Air, yang merupakan prioritas utama dalam terjalinnya KSM tersebut.  

"Para pihak berkomitmen untuk bersenantiasa mengedepankan safety atau kelayakan Sriwijaya Air, itu yang menjadi prioritas," katanya.

Kedua, Juliandra menyebutkan kepentingan pelanggan menjadi pertimbangan dalam berlangsungnya kerja sama tersebut. Ketiga, ia juga menegaskan kelanjutan KSM merupakan bagian dari program penyelamatan aset negara.

"Dalam (hal) ini kita ingin mendukung Sriwijaya Air untuk beroperasi jauh lebih baik," tuturnya.

Terakhir, Juliandra menyebut kedua pihak menginginkan ekosistem penerbangan Indonesia yang semakin sehat ke depannya.

Dengan keempat alasan tersebut, kedua pihak memutuskan rujuk. "Kerja sama manajemen ini akan dilakukan secepat-cepatnya. Target kami ke depan adalah bagaimana dari Garuda Indonesia Group dan GMF Aeroasia akan memberikan dukungan-dukungan secara bertahap kepada Sriwijaya Air," terang dia.

Selain Citilink yang mewakili Garuda Indonesia Group, pihak GMF Aeroasia pun ikut melanjutkan kerja samanya dengan Sriwijaya Air, terutama dalam hal perawatan operasional pesawat.

Direktur Utama GMF AeroAsia Tazar Kurniawan bilang GMF kembali melanjutkan kerja sama dengan Sriwijaya Air dan memberikan pelayanan terhadap pesawat Sriwijaya Air, dimulai pada hari ini Selasa (1/10).

"GMF juga akan terus memberikan pelayanan pesawat Sriwijaya Air. Mulai hari ini kami langsung melakukan handling pesawat sriwijaya air," ucap Tazar.

Sementara itu, Perwakilan Pemegang Saham Sriwijaya Air Jefferson tak banyak berkomentar mengenai kelanjutan dari kerja sama tersebut.

Ia hanya mengucap syukur dan berharap kerja sama kembali akan menguntungkan semua pihak. "Kami berterima kasih kepada semua pihak atas terjadinya komitmen KMF. Tujuan kami adalah untuk menguntungkan semua pihak dan juga masyarakat," kata Jefferson.

Sebelumnya, kisruh kerja sama manajemen kedua grup maskapai penerbangan nasional itu mengemuka saat pemegang saham Sriwijaya Air resmi mencopot Joseph Adrian Saul sebagai direktur utama perusahaan melalui rapat dewan komisaris dan direksi pada Senin (9/9) lalu.
[Gambas:Video CNN]
Selain itu, beredar juga surat rekomendasi agar operasional Sriwijaya Air Group dihentikan sementara dari Direktur Quality, Safety, dan Security Sriwijaya Air Toto Subandoro kepada Jefferson.

Hal tersebur terkait status Hazard, Identification, Risk Assessment (HIRA) dari Sriwijaya Air yang diketahui telah masuk level merah. Tanggapan surat yang tak kurun muncul pun memicu mundurnya dua direktur Sriwijaya Air, yakni Direktur Operasi Fadjar Semiarto dan Direktur Teknik Ramdani Ardali Adang.


(ara/bir)