Ekonomi AS Terancam Lesu, Rupiah Naik Rp14.196 per Dolar AS

CNN Indonesia | Rabu, 02/10/2019 16:33 WIB
Ekonomi AS Terancam Lesu, Rupiah Naik Rp14.196 per Dolar AS Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah bertengger di posisi Rp14.196 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Rabu (2/10) sore. Artinya, kurs rupiah menguat 0,13 persen dibanding penutupan pada Selasa (1/10), Rp14.216 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.207 per dolar AS atau melemah dibanding kemarin yakni Rp14.196 per dolar AS. Pada hari ini, rupiah bergerak di rentang Rp14.188 hingga Rp14.212 per dolar AS.

Sore hari ini, mayoritas mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Dolar Singapura melemah 0,06 persen, baht Thailand melemah 0,08 persen, dan peso Filipina melemah 0,16 persen.


Kemudian, rupee India melemah 0,3 persen, yuan China melemah 0,36 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,57 persen.

Di kawasan Asia, hanya dolar Hong Kong dan yen Jepang yang menguat terhadap dolar AS dengan nilai masing-masing 0,03 persen dan 0,1 persen.

Pelemahan terhadap dolar AS juga terjadi pada mata uang negara maju. Tercatat, euro melemah 0,23 persen, dolar Australia melemah 0,32 persen, dan poundsterling Inggris melemah 0,54 persen terhadap dolar AS.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pelaku pasar kian khawatir dengan perlambatan ekonomi AS setelah laporan dari Institute for Supply Management menunjukkan indeks manufaktur AS ke angka 47,8, yang merupakan level terendah dalam 10 tahun terakhir.

Indeks yang berada di bawah 50 mencerminkan kontraksi pada sektor manufaktur AS pada September. Hal ini membuat pelaku usaha berspekulasi bahwa bank sentral AS The Federal Reserves bakal menurunkan lagi suku bunga acuannya, Fed Rate.

Di sisi lain, pelaku pasar juga mengantisipasi perkembangan terbaru dari cerainya Inggris dari Uni Eropa setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berencana untuk mengungkapkan tawarannya kepada Uni Eropa. Ia tetap yakin bahwa Brexit mau tak mau dilakukan akhir Oktober nanti.

"Dia menjelaskan bahwa Inggris tidak akan bernegosiasi lebih lanjut jika kesepakatan tidak dilangsungkan dan akan pergi pada 31 Oktober," jelas Ibrahim, Rabu (2/10).

Sentimen dalam negeri juga membawa rupiah menguat hari ini. Setidaknya, pelaku pasar agak tenang setelah anggota DPR RI periode 2019 hingga 2024 dilantik kemarin, sehingga bisa menurunkan sentimen politik dari dalam negeri.

"Serta terpilihnya Puan Maharani dari partai pendukung pemerintah sebagai ketua DPR sedikit meredakan pasar, sehingga ke depan tidak ada lagi gesekan antara pemerintah dan DPR," paparnya.
[Gambas:Video CNN] (glh/sfr)