Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.207 per dolar AS atau melemah dibanding kemarin yakni Rp14.196 per dolar AS. Pada hari ini, rupiah bergerak di rentang Rp14.188 hingga Rp14.212 per dolar AS.
Sore hari ini, mayoritas mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Dolar Singapura melemah 0,06 persen, baht Thailand melemah 0,08 persen, dan peso Filipina melemah 0,16 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pelaku pasar kian khawatir dengan perlambatan ekonomi AS setelah laporan dari Institute for Supply Management menunjukkan indeks manufaktur AS ke angka 47,8, yang merupakan level terendah dalam 10 tahun terakhir.
Indeks yang berada di bawah 50 mencerminkan kontraksi pada sektor manufaktur AS pada September. Hal ini membuat pelaku usaha berspekulasi bahwa bank sentral AS The Federal Reserves bakal menurunkan lagi suku bunga acuannya, Fed Rate.
"Dia menjelaskan bahwa Inggris tidak akan bernegosiasi lebih lanjut jika kesepakatan tidak dilangsungkan dan akan pergi pada 31 Oktober," jelas Ibrahim, Rabu (2/10).
Sentimen dalam negeri juga membawa rupiah menguat hari ini. Setidaknya, pelaku pasar agak tenang setelah anggota DPR RI periode 2019 hingga 2024 dilantik kemarin, sehingga bisa menurunkan sentimen politik dari dalam negeri.
"Serta terpilihnya Puan Maharani dari partai pendukung pemerintah sebagai ketua DPR sedikit meredakan pasar, sehingga ke depan tidak ada lagi gesekan antara pemerintah dan DPR," paparnya.
[Gambas:Video CNN] (glh/sfr)