Direktur Utama PP Lukman Hidayat menargetkan perseroan dapat mengantongi izin prakarsa Tol Malang-Kepanjen awal tahun depan. Investasi Tol Malang-Kepanjen diperkirakan mencapai Rp6 triliun-Rp7 triliun. Waktu pengerjaan diperkirakan mencapai 3 tahun.
Saat ini, usulan sudah disampaikan kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada lagi dua yang sedang mau kami proses, di Jakarta dan satu lagi di Jawa Barat, itu nanti dulu," tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
Revisi Turun Target Kontrak
Lukman mengungkapkan perseroan merevisi turun raihan kontrak baru pada 2019 dari sebelumnya Rp50,3 triliun menjadi Rp45 triliun. Alasannya, beberapa tender proyek milik pemerintah mundur. Per September 2019, perseroan baru memperoleh kontrak baru sebesar Rp23 triliun.
"Kedua, banyak sektor swasta yang harusnya melaksanakan tender juga ditunda. Tahun ini ditunda, mungkin tahun depan," tuturnya.
Revisi target raihan kontrak baru tersebut mempengaruhi target pendapatan dan laba perusahaan konstruksi pelat merah itu. Mulanya, perseroan mematok pendapatan sebesar Rp30 triliun, namun dipangkas menjadi Rp28 triliun. Sedangkan target laba, lanjutnya, masih dalam pembahasan di tingkat direksi dan komisaris. Targetnya, seluruh revisi tersebut selesai bulan ini.
"Jadi belum final karena masih bicara dengan komisaris. Masih revisi karena proyeknya mundur-mundur jadi mengganggu kami," paparnya.
Semester I 2019, perseroan mencatat kinerja kurang cemerlang. Laba perusahaan dengan kode saham PTPP itu turun 24,2 persen dari Rp479,75 miliar menjadi Rp363,37 miliar. Namun, realisasi pendapatan naik 12,8 persen dari Rp9,5 triliun menjadi RP10,72 triliun. (ulf/lav)