Sinyal tersebut tercermin dari pelambatan dana manufaktur AS.
"Kami akan pergi ke pertemuan kami berikutnya, berdiskusi tentang apa yang sesuai, dan saya sangat terbuka untuk melakukan penyesuaian jika itu adalah kebijakan yang tepat," kata Presiden Bank Federal Reserve Chicago Charles Evans seperti dikutip dari Antara, Jumat (4/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun kebijakan tersebut belum banyak menolong ekonomi AS. Data Institute for Supply Management menunjukkan indeks manufaktur AS berada di angka 47,8 pada September lalu. Indeks tersebut merupakan level terendah dalam 10 tahun terakhir.
Tak hanya itu, laporan ketenagakerjaan nasional AS juga menunjukkan bahwa perusahaan swasta di sana hanya mampu menambah 135 ribu pekerjaan pada September. Jumlah penciptaan lapangan kerja itu lebih rendah dibanding data Agustus yakni 157 ribu pekerjaan.
[Gambas:Video CNN]
Data ekonomi buruk berlanjut. Pada Kamis (3/10), Institute for Supply Management mencatat indeks jasa AS pada September di angka 52,6 atau turun dibanding bulan sebelumnya yakni 56,4. Presiden Amerika Serikat Donald Trump beberapa waktu lalu mengatakan The Fed terlibat dalam penurunan kinerja ekonomi AS, terutama di sektor manufaktur.
Ia mengatakan penurunan kinerja sektor tersebut terjadi karena The Fed yang ngotot mempertahankan suku bunga acuannya terlalu tinggi. Kengototan The Fed katanya telah menguatkan dolar AS dan justru merugikan pabrik di AS.
"Seperti yang saya perkirakan, Jay Powell dan Federal Reserve telah membiarkan dolar menjadi sangat kuat, terutama relatif terhadap semua mata uang lainnya, sehingga produsen kami terpengaruh secara negatif. Suku Bunga Fed terlalu tinggi. Mereka adalah musuh terburuk mereka sendiri, mereka tidak memiliki petunjuk. Menyedihkan!" kata Trump.