Wakil SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti apakah PT Chevron Pacific Indonesia (Chevron) akan keluar atau ikut dalam proyek tahap II tersebut. Hanya saja, komposisi dari konsorsium berpeluang berubah.
"IDD masih mencari mitra lagi, saya tidak tahu apakah Chevron keluar atau tidak, tapi konsorsium berubah. Saya tidak bilang (Chevron) keluar, tapi lagi mencari agar bisa dikembangkan," ucap Fatar, Senin (7/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa lapangan yang akan dikembangkan dalam IDD tahap kedua, antara lain Blok Ganal dengan Lapangan Gendalo-Gehem dan Blok Rapak dengan Lapangan Gehem dan Bangka.
Sebagai informasi, tahap pertama proyek IDD, yakni Proyek Bangka, telah berproduksi sejak Agustus 2016 lalu dengan kapasitas terpasang 110 juta kaki kubik gas dan 4.000 barel kondensat per hari.
[Gambas:Video CNN] (aud/sfr)