Pagi hari ini, mayoritas mata uang utama Asia menguat terhadap dolar AS. Won Korea menguat 0,42 persen, yuan China menguat 0,23 persen, ringgit Malaysia menguat 0,08 persen, dolar Singapura menguat 0,06 persen, baht Thailand menguat 0,16 persen, serta peso Filipina menguat 0,32 persen terhadap dolar AS.
Di kawasan Asia, hanya yen Jepang yang terpantau melemah 0,06 persen, sementara dolar Hong Kong dalam posisi stagnan dan tak bergerak terhadap dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, terdapat laporan yang mengatakan bahwa kedua belah pihak akan menerima semacam perjanjian yang lebih sempit dalam jangka pendek pada pertemuan antara AS dan China Kamis (10/10) kemarin.
Selain itu, Ariston mengatakan adanya harapan para pelaku pasar terhadap kesepakatan Brexit. Hal tersebut juga membantu penguatan rupiah.
"Pasar masih memantau perkembangan kedua peristiwa ini. Bila sesuai jadwal, dan negosiasi berjalan lancar, Presiden Trump akan bertemu dengan wakil Perdana Menteri China Liu He untuk menandatangani kesepakatan," kata Ariston saat dihubungi oleh CNNIndonesia.com.
Menurut Ariston rupiah berpotensi bergerak di Rp14.070 sampai dengan Rp14.170 terhadap dolar AS hari ini.
[Gambas:Video CNN] (ara/lav)