Perusahaan China Gelontorkan Rp23 T untuk Tol Probowangi

CNN Indonesia | Senin, 14/10/2019 17:16 WIB
Perusahaan China Gelontorkan Rp23 T untuk Tol Probowangi Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah mengantongi komitmen investasi dari PT China Communications Construction Indonesia (CCI)  perusahaan asal Negeri Tirai Bambu yang bergerak di sektor manufaktur sebesar Rp23,3 triliun untuk pembangunan Tol Probolinggo-Banyuwangi. Komitmen investasi disalurkan melalui fasilitas Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan investasi dilakukan dengan kerja sama pembiayaan ekuitas langsung (direct equity financing) antara PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT China Communications Construction Indonesia (CCI).

Selain komitmen tersebut, pemerintah melalui PINA juga mendapatkan komitmen investasi sebesar Rp6 triliun dari investor lain. Komitmen investasi berbentuk kerja sama pembiayaan ke berbagai rantai pasok dalam perjanjian (customized supply chain financing) antara PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT ICDX Logistik Berikat (ILB )senilai Rp5 triliun. Kemudian, antara PT Jasa Sarana dengan PT ILB sebesar Rp1 triliun.


"Struktur customized supply chain financing adalah inovasi skema keuangan terbaru dari PINA yang menambah fleksibilitas dalam leverage dan cashflow dari sisi tenor dan bentuk pelunasan," jelas Bambang saat acara penandatanganan Perjanijan Pendahuluan, Senin (14/10).

Ke depan, Bambang menekankan pemerintah akan terus menjaring berbagai komitmen investasi dari berbagai pihak, baik investor domestik maupun asing melalui PINA guna mendukung pembangunan infrastruktur. "Kami akan menjaring investor-investor potensial luar negeri dengan melakukan berbagai aktivitas roadshow," katanya.

Sebelumnya, pemerintah melalui PINA berhasil mendapatkan investasi berbentuk instrumen perpetual notes. Instrumen investasi ini dikeluarkan oleh PT PP (Persero) Tbk pada 2017 dan Wijaya Karya pada 2018.

Sementara per akhir 2018, PINA yang sudah beroperasi sejak pertengahan 2017 sudah berhasil menggalang komitmen investasi sebesar US$3,3 miliar atau setara Rp47 triliun. Investasi itu mengalir ke 11 proyek jalan tol, energi terbarukan, perkebunan, serat optik, dan bandara.

Sedangkan per Oktober 2019, PINA sudah memfasilitasi komitmen investasi dengan nilai Rp52 triliun. Realisasi ini setara 61,9 persen dari target perolehan investasi melalui PINA sebesar Rp84 triliun.

[Gambas:Video CNN]
Namun secara keseluruhan, total proyek yang bersinggungan dengan fasilitas PINA sudah mencapai 29 proyek dengan nilai US$44 milir atau setara Rp630 triliun.

"Diharapkan PINA akan terus mampu untuk membangun ekosistem pembiayaan inovatif, sehingga dapat mendukung percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkualitas," tuturnya.

PINA sendiri merupakan unit kerja yang berfungsi menggalang investasi non anggaran pemerintah di bawah Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. Proyek yang bisa melalui fasilitas PINA merupakan proyek infrastruktur berskema komersial, sehingga harus menguntungkan.

Pemerintah membentuk PINA karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya mampu membiayai sekitar 40 persen kebutuhan proyek infrasturktur. Total kebutuhan anggaran untuk seluruh proyek infrastruktur yang sudah dipetakan pemerintah mencapai kisaran US$359 miliar atau setara Rp4.667 triliun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Kebutuhan itu akan meningkat 23 pesen pada RPJMN 2020-2024, yaitu mencapai US$441 miliar atau setara Rp6.174 triliun. Untuk itu, perlu investasi non anggaran pemerintah guna menutup sisa 60 persen kebutuhan anggaran pembangunan infrastruktur nasional.



(uli/agt)