Jokowi Tagih Jurus Genjot Investasi Rampung Pekan Depan

CNN Indonesia | Kamis, 03/10/2019 15:40 WIB
Jokowi Tagih Jurus Genjot Investasi Rampung Pekan Depan Jokowi minta jajarannya untuk merampungkan strategi genjot investasi dan ekspor pekan depan. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendesak jajaran menteri Kabinet Kerja untuk merampungkan berbagai jurus peningkatan investasi dan ekspor untuk pemerintahan selanjutnya paling lambat pekan depan. Pasalnya, Jokowi akan dilantik dan memulai pemerintahan Kabinet Kerja II mulai 20 Oktober mendatang.

Hal ini diungkapkan Kepala Negara dalam Sidang Kabinet Paripurna terakhir di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (3/10). Sidang tersebut dihadiri oleh hampir seluruh jajaran menteri kabinet.

"Yang berkaitan dengan peningkatan ekspor dan investasi, yang kita rapatkan dalam beberapa minggu ini, kita harapkan bisa diselesaikan minggu depan," ucap Jokowi saat membuka Sidang Kabinet Paripurna, Kamis (3/10).


Selain soal investasi dan ekspor, mantan gubernur DKI Jakarta itu kembali mengingatkan jajaran menteri agar mematangkan lagi kebijakan terkait fokus pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Ia juga mengingatkan agar masing-masing kementerian/lembaga bisa melakukan sinergi kebijakan dan program pelatihan serta kewirausahaan.
Sebab, pemerintah ingin kebijakan yang dijalankan pada pemerintahan ke depan mampu mereformasi kualitas manusia Indonesia. Tak hanya itu, ia ingin kebijakan tersebut bisa dirasakan secara merata oleh masyarakat di seluruh pelosok negeri.

"Saya minta reformasi pemerataan kualitas pendidikan yang menjadi fondasi sudah disusun selama lima tahun ini, bisa dilanjutkan," katanya.

Jokowi mengatakan kebijakan yang matang tahun depan sangat penting karena merupakan awal dari pelaksanaan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

"Dalam RPJMN 2020-2024, kami fokus pada pembangunan SDM secara besar-besaran tanpa meninggalkan pembangunan infrastruktur yang telah kami mulai lima tahun lalu," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, mantan wali kota Solo itu juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran menteri Kabinet Kerja karena sudah membantunya selama lima tahun terakhir. Ia juga mengapresiasi jajaran menteri yang telah berusaha menjalankan seluruh visi misi yang telah disusunnya bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

"Saya ingin ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua menteri, semua kepala lembaga atas kerja kerasnya. Pada awal pembentukan Kabinet Kerja saya menyampaikan bahwa tidak ada visi misi menteri, yang ada adalah visi misi presiden dan wakil presiden," ujarnya.

Menurutnya, kebijakan-kebijakan yang sudah cukup berhasil diimplementasikan, yaitu reformasi di bidang fiskal melalui tata kelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Lalu, reformasi struktural di birokrasi, seperti pemangkasan izin dan prosedur yang bertele-tele.

Kemudian, reformasi di bidang perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan bagi masyarakat 40 persen ke bawah. Selanjutnya, reformasi pemerataan pembangunan juga setidaknya sudah dilakukan.
"Kami juga telah meletakkan pondasi bagi pembangunan indonesiasentris, bukan jawasentris dalam melakukan percepatan di bidang infrastruktur," ungkapnya.

Kendati begitu, ia menyadari bahwa berbagai kekurangan dan keterbatasan memang masih ada, sehingga dampak maksimal belum dapat dirasakan. "Masih banyak pekerjaan rumah yang belum bisa kita selesaikan," pungkasnya.
(uli/sfr)