Pagi hari ini, mayoritas mata uang utama Asia menguat terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,31 persen, baht Thailand menguat 0,12 persen, dan peso Filipina 0,11 persen.
Selain itu, dolar Singapura tercatat menguat 0,08, ringgit Malaysia menguat 0,06 persen, serta yen Jepang menguat 0,01 persen terhadap dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, kesepakatan tersebut butuh waktu 1 bulan untuk dituangkan dalam perjanjian.
Selain itu, kesepakatan parsial yang dihasilkan juga tidak menghapus tarif yang sudah dibebankan ke barang impor Tiongkok.
Ini bisa melemahkan rupiah," ungkap Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (15/10).
Dari sisi domestik, menurutnya, pasar masih menunggu hasil data dari neraca perdagangan.
Dari hasil neraca tersebut, Ariston berpendapat para pelaku pasar juga mengkhawatirkan terjadinya defisit, dan penurunan aktivitas ekspor dan impor di Indonesia.
Ariston menyebut rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.100 sampai dengan Rp14.190 terhadap dolar AS hari ini.
[Gambas:Video CNN] (ara/sfr)