Sebelumnya, lelang blok migas produksi yang berlokasi di Riau tersebut dilaksanakan pada periode Februari - April 2019 lalu. Pemenang diumumkan pada 6 Mei lalu dengan durasi kontrak selama 20 tahun. Jika dirinci, Sumatra Global Energi akan menjadi operator Blok Selat Panjang dengan porsi saham 75 persen. Sebanyak 25 persen sisanya dikuasai oleh Zamatra.
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengaku sempat menunda penandatanganan kontrak blok Selat Panjang. Hal itu tak lepas dari persoalan terkait terminasi kotrak dari kontraktor sebelumnya yaitu Petroselat karena pailit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komitmen investasi tersebut untuk kegiatan studi geologi dan geofisika, akuisisi data seismik dua dimensi 500 kilometer (km), akusisi data seismik tiga dimensi 200 km persegi, dan pengeboran 6 sumur eksplorasi.
Blok Selat Panjang sendiri terakhir berproduksi pada 21 Februari 2018 terdiri dari minyak sebesar 1 barel per hari (bph) dan gas 0,05 juta kaki kubik per hari (mmscfd).
[Gambas:Video CNN]
Dengan penandatangan kontrak Blok Selat Panjang, secara keseluruhan terdapat 5 kontrak kerja sama blok migas konvensional yang ditandatangani tahun ini dan menggunakan skema gross split.
Sebagai informasi, saat ini lelang reguler WK Migas Konvensional Tahap III 2019 masih berlangsung hingga batas akhir pemasukan dokumen partisipasi pada 25 Oktober 2019 mendatang. Terdapat 4 wilayah kerja migas yang dilelang yaitu East Gebang, Belayan I, West Tanjung I dan Cendrawasih VIII.