Sejumlah ekonom mengkhawatirkan tiga tantangan itu menjadi penyebab kontraksi pada sektor manufaktur dalam tiga bulan berturut-turut pada Oktober 2019. Penurunan output dari pabrik-pabrik AS diperkirakan dapat menyusutkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS pada kuartal ketiga dan keempat tahun ini.
Ketegangan perdagangan antara AS dan China telah membebani permintaan global dan biaya bahan baku produksi. Kesepakatan perdagangan dapat meredakan kondisi manufaktur AS, tetapi tidak akan mengurangi dampak dari pemogokan GM yang sedang berlangsung atau penghentian sementara operasional pesawat jet pekerja Boeing dalam tujuh bulan terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak yakin kita akan keluar dari wilayah kontraksi di bidang manufaktur dan situasi GM akan membuat berapapun jumlahnya menjadi sedikit lebih buruk," tambah Derry.
Perusahaan itu menelan biaya US$ 90 juta sehari. Gangguan juga terjadi melalui rantai pasokan produsen mobil. Sekitar 10 ribu perusahaan AS memasok GM dengan produk dan layanan, seperti jok mobil dan chip komputer. Dengan demikian, banyak yang harus mengurangi produksi karena penghentian kerja.
Kondisi sebanyak 50 ribu karyawan GM yang tidak menerima gaji rutin bisa berdampak pada pengeluaran konsumen selama musim liburan. Sementara itu, produksi kembali Boeing untuk 737 Max membebani kontribusi ekspornya, karena banyak jet darat itu seharusnya ditujukan untuk pasar luar negeri.