Menurutnya, perusahaan-perusahaan Hong Kong yang berniat menempatkan dananya di Indonesia memiliki total dana sebesar US$680 miliar atau Rp9.520 triliun (kurs Rp14 ribu per dolar Amerika Serikat (AS). Namun, Luhut tak menyebut pasti potensi dana yang akan ditempatkan di Indonesia.
"Mereka (perusahaan Hong Kong) mau datang, tapi tanya bisa tidak kami membawa uang ke Indonesia," papar Luhut, Rabu (16/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luhut juga tak menjelaskan lebih rinci skema holding tax yang dimaksud. Hal yang pasti, pihak dari Hong Kong akan bertemu dengan Perry pekan depan untuk membicarakan lebih lanjut mengenai rencana sejumlah pengusaha yang ingin menempatkan dananya di Indonesia.
Rencana tersebut disampaikan langsung kepadanya saat berkunjung ke Negeri Paman Sam beberapa waktu lalu. Luhut menyebut OPIC memiliki potensi dana yang bisa dikucurkan sebesar US$65 miliar atau Rp910 triliun. (aud/lav)