BPH Migas Siapkan Harga Murah Jargas Probolinggo-Pasuruan

BPH Migas, CNN Indonesia | Kamis, 17/10/2019 14:47 WIB
BPH Migas menetapkan harga jargas LPG 3 kg dan 12 kg di Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan yang lebih murah demi mewujudkan keadilan energi untuk masyarakat. Plt. Dirjen Migas Djoko Siswanto bersama Komite BPH Migas Sumihar Panjaitan, Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Pasuruan Suharto meresmikan pembangunan jaringan gas (jargas) untuk Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan, di Desa Tongas Wetan Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo, Kamis (16/10). (Dok. BPH Migas)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) tengah menetapkan harga jual gas bumi melalui pipa untuk konsumen rumah tangga (RT) dan pelanggan kecil (PK) di Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan.

Komite BPH Migas Sumihar Panjaitan menyebut saat ini pemerintah sedang melakukan upaya percepatan pembangunan infrastruktur jaringan gas (jargas) agar ketersediaan energi dapat diakses oleh masyarakat kecil secara langsung.

Hal tersebut sekaligus upaya mendukung program diversifikasi energi guna mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar bersubsidi APBN, yakni BBM dan LPG 3 kg.


"Harga jual gas melalui jargas untuk Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan yang baru diresmikan saat ini sedang dalam proses penetapan. Namun, agar masyarakat lebih cepat merasakan manfaat gas bumi, pengaliran gas bumi tetap dilakukan," ujar Sumihar melalui keterangannya, Kamis (16/10).

Terpisah, Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa menegaskan sebelum menggelar sidang komite, prosedur penetapan harga jual gas untuk RT dan PK akan melalui tahap survei daya beli masyarakat dan public hearing dengan melibatkan stakeholder terkait.

"Masyarakat dan usaha kecil memperoleh harga jargas yang wajar sesuai kemampuan daya beli. Selain harga lebih murah, jargas mempunyai keunggulan dibanding dengan penggunaan LPG tabung yakni lebih aman, akses mudah, efisien, ramah lingkungan, dan keandalan pasokan gas serta jaminan kualitas layanan," ujar Fanshurullah.

Sebelumnya, harga jual gas sudah ditetapkan di tujuh kabupaten/kota untuk RT-1 dan PK-1 lebih murah dari pada harga pasar. Secara bertahap BPH Migas bakal menyeragamkan harga jual gas melalui jargas di kabupaten/kota yang telah lebih dulu ditetapkan sebelumnya.

"Hingga Oktober 2019, BPH Migas telah menetapkan harga jargas di 45 kabupaten/kota dengan harga jual di bawah harga pasar gas LPG 3 kg dan 12 kg sebagai komitmen untuk mewujudkan keadilan energi untuk masyarakat."

Sebagai informasi, pembangunan jargas di Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan itu dibiayai dari APBN Kementerian ESDM. Gas tersebut dapat melayani untuk kebutuhan 4.000 SR (sambungan rumah) di 5 kelurahan di Kabupaten Probolinggo yakni Kelurahan Mentor, Lemah Kembar, Bayeman, Curah Dringu, dan Kelurahan Tongas Wetan; dan 4.000 SR di 5 kelurahan di Kabupaten Pasuruan antara lain Kelurahan Karangjati, Petungsari, Jogosari, Pandaan, dan Kelurahan Kutorejo. (fef)