Ucapkan Selamat, Pemimpin Negara Lobi Ekonomi ke Jokowi

CNN Indonesia | Minggu, 20/10/2019 13:25 WIB
Ucapkan Selamat, Pemimpin Negara Lobi Ekonomi ke Jokowi Presiden Jokowi (kedua kanan) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kanan) menyambut kunjungan kehormatan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (20/10). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri 2014-2019 Retno Lestari Priansari Marsudi mengungkapkan sejumlah negara ingin meningkatkan kerja sama ekonomi dengan Indonesia di pemerintahan Presiden Jokowi periode II. Keinginan tersebut antara lain disampaikan Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah hingga Raja Eswatini RajaMswati III.

Keinginan mereka sampaikan saat memberikan ucapan selamat atas pelantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana, Minggu (20/10).

"Mereka memberikan ucapan selamat kepada presiden untuk masa jabatan berikutnya dan beliau-beliau yakin presiden dan wakil presiden akan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Mereka juga menyatakan komitmen untuk hubungan bilateral," ujar Retno di Komplek Istana, Minggu (20/10).


Atas ucapan tersebut, Retno mengatakan Kepala Negara pun sangat berterima kasih atas kedatangan para tamu negara. "Presiden mengucapkan terima kasih dan memberikan komitmen yang sama," katanya.

Lebih lanjut, Retno mengatakan para tamu negara menyatakan komitmen hubungan bilateral kedua negara untuk seluruh bidang, mulai dari ekonomi hingga politik. Dengan Singapura misalnya, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Presiden Jokowi sepakat untuk meneruskan komitmen pengembangan kerja sama di bidang ekonomi digital.

Komitmen ini merupakan kelanjutan dari komunikasi yang sudah sempat dilakukan kedua negara pada beberapa waktu lalu ketika Jokowi berkunjung ke Negeri Singa.

"Tampaknya Perdana Menteri Singapura juga melakukan beberapa pertemuan dengan perusahaan besar di Indonesia yang bergerak di bidang ekonomi. Misalnya di Batam," katanya.

Kemudian, komitmen kerja sama ekonomi juga dinyatakan oleh Raja Eswatini Raja Mswati III. Pimpinan negara yang terletak di antara Afrika Selatan dan Mozambik itu tertarik pada kerja sama di bidang percetakan dengan Indonesia.

[Gambas:Video CNN]
Kebetulan, kata Retno, Eswatini tengah melakukan komunikasi dengan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri).

"Selain itu karena di sini (Indonesia) sedang banyak sekali melakukan pembangunan infrastruktur, Presiden mengatakan tertarik untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur di Afrika sebagai fokus dari politik luar negeri Indonesia," terangnya.

Lalu, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen turut menyatakan komitmen kerja sama ekonomi di bidang farmasi. Di saat yang bersamaan, Indonesia tengah menawarkan beberapa proyek industri strategis.

"Termasuk diantaranya adalah PT INKA," katanya.

Di sisi lain, kedua negara juga membicarakan soal kerja sama di bidang politik. Tujuannya, agar hubungan kedua negara membaik di semua lini.

Dalam penerimaan kunjungan tamu negara sejak pagi tadi, tercatat setidaknya ada lima perwakilan negara yang sudah diterima mantan gubernur DKI Jakarta itu. Pertama, Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah.

Kedua, Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan Istri Jenny Morrison. Ketiga, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Istri Ho Ching.

Keempat, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen. Kelima, Raja Eswatini Raja Mswati III dan Istri Siphelele Mashwama.

Jokowi menemui para tamu negara dengan didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi, Retno Marsudi, dan Menteri Sekretaris Negara 2014-2019 Pratikno. Kemudian, Jokowi akan menuju Gedung DPR/MPR untuk pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Pemilu 2019.

Setelah dilantik, Jokowi dijadwalkan akan menerima beberapa tamu negara lagi, mulai dari Wakil Presiden China Wang Qishan, Wakil Presiden Sosialis Vietnam Đặng Thị Ngọc Thịnh, dan Wakil Presiden Myanmar Henry Van Thio. Selain itu, mantan wali kota Solo itu juga akan menerima kunjungan dari para utusan khusus negara-negara sahabat, misalnya, Utusan Khusus Presiden Republik Korea Noh Young-min, Utusan Khusus Presiden Filipina Theodoro Locsin, dan Utusan Khusus Perdana Menteri Jepang Nakayama Norihiro, Utusan Khusus Presiden Persatuan Emirat Arab, Y.M. Sheikh Nahyan Mabarak Al Nahyan dan Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat Hon. Elaine L. Chao.
(agt/agt)