"Bu Sri Mulyani itu dianggap tepat oleh pasar, karena memang mampu untuk menjaga fiskal. Kalau untuk menjaga fiskal saya tidak memungkiri Sri Mulyani memang mampu menjaga fiskal," kata Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah Redjalam, kepada CNNIndonesia.com, Selasa (22/10).
Namun demikian, ia bilang Sri Mulyani perlu mengubah gaya kebijakannya pada periode kedua dalam menghadapi perlambatan ekonomi global. Jika Sri Mulyani masih kekeh dengan gaya kebijakan fiskal serupa di periode pertama, maka ekonomi diprediksi tetap stagnan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menambahkan pasar sebetulnya telah mengantisipasi terpilihnya kembali Sri Mulyani sebagai bendahara negara. Dengan demikian, ia memprediksi tidak akan ada gejolak yang berarti di indikator pasar baik rupiah maupun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
"Stakeholder ekonomi sebetulnya tidak ada surprise (kejutan) dengan terpilihnya Sri Mulyani. Bukan berarti lantas rupiah atau IHSG menjadi bagus, tidak begitu. Karena pasar sudah tahu cara memimpin, sudah tahu keberhasilan dan kegagalannya," katanya.
Namun demikian, ia menyatakan Sri Mulyani harus kembali mengejar target besar yang telah dicanangkan sebelumnya, seperti penerimaan perpajakan, peningkatan rasio pajak, dan reformasi fiskal.
"Tinggal yang paling penting adalah siapa Menteri Koordinator Bidang Perekonomiannya. Karena bagaimana pun aspek Menteri Koordinator Bidang Perekonomian adalah dirjennya dalam kebijakan ekonomi," katanya.
Sebelumnya, Sri Mulyani menyatakan Presiden Jokowi kembali memerintahkannya menjadi menteri keuangan. Kepastian penunjukan tersebut disampaikan Sri Mulyani usai menghadap Jokowi di Istana, Selasa (22/10).
[Gambas:Video CNN]
"Jokowi meminta saya. Saya tetap ditugaskan menteri keuangan," katanya.
Dalam pemanggilan tersebut, Jokowi kata Sri Mulyani, memintanya untuk terus memperbaiki ekonomi Indonesia. Jokowi juga meminta kepada Sri Mulyani untuk terus mendorong penciptaan lapangan kerja dan menjadikan ekonomi Indonesia tumbuh semakin berkualitas.