"Mereka berdua (Luhut dan Airlangga) sudah sangat kenal sehingga kami berharap dari sisi komunikasi, koordinasi, harmonisasi langkah akan jauh lebih baik," ujar Sri Mulyani kepada awak media di kantornya, Rabu (23/10).
Menurutnya, kedua menko berperan penting dalam memperkuat perekonomian domestik di saat perekonomian global tengah melemah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai catatan, terakhir neraca transaksi berjalan Indonesia pada kuartal II-2019 mengalami defisit sebesar US$ 8,4 miliar atau setara 3,04 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Angka defisit transaksi berjalan tersebut jauh lebih dalam ketimbang kuartal I-2019 yang hanya US$ 7 miliar (2,6 persen dari PDB). Bahkan, realisasi tersebut lebih dalam dibanding CAD kuartal II-2018 yang sebesar US$ 7,9 miliar (3,01 persen dari PDB).
[Gambas:Video CNN]
Selain itu, ia juga menilai sisi investasi yang kini dipimpin oleh Luhut Binsar Panjaitan dapat menjadi kunci untuk menjaga permintaan domestik di tengah perlambatan perekonomian global.
"Kunci di investasi dan ekspor," katanya.