"Sampai saat ini belum ada (data kerugian) karena kami masih fokus pada penanganan. Begitu ini selesai, kami akan menghitung kembali baik secara operasional maupun aset-aset yang ada," kata Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina MOR III, Dewi Sri Utami ditemui di lokasi kebakaran, Rabu (23/10).
Tak hanya itu, Dewi dan jajarannya juga belum bebas mengecek lokasi karena area kebakaran masih dipasangi garis polisi. Pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk aparat kepolisian, supaya bisa segera mengidentifikasi kerusakan yang ditimbulkan kerbakaran tersebut.
"Kami belum bisa menghitung karena kan baru bisa masuk setelah ada polisi. Sejak pagi yang kami kerjakan yaitu inventarisasi aset di luar barang bukti," ucapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat kejadian tersebut, Dewi menerangkan pihaknya langsung menutup saluran BBM. Penutupan dilakukan supaya kebakaran tidak membesar.
Terkait penanganan usai kebakaran, Pertamina melakukan sejumlah langkah mitigasi. Hal itu dilakukan karena kondisi titik lokasi kebakaran masih belum aman.
"Kemarin kan sudah pemadaman dan pendinginan, kita mitigasi risikonya dengan cara membatasi BBM yang kemungkinan berada di sekitar area itu. Seperti ada parit itu langsung kasih tanggul, oil boom dan yang bisa menetralisir air," kata Dewi.
Terkait dampak pada sawah warga dan kerugian materi, Dewi mengaku pihaknya siap membantu. Namun untuk sawah tersebut perlu koordinasi dengan pihak PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang sedang melaksanakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di lokasi tersebut.
"Lihat aturan dulu karena mau tidak mau kita harus koordinasi dengan pihak KCIC-nya. Karena beberapa wilayah di sini ada yang sudah dibebaskan lahannya," ujarnya.
Dewi juga menerangkan bahwa Pertamina turut menjadi korban dalam kebakaran ini.
Terkait kegiatan konstruksi di kawasan tersebut, perseroan juga menyatakan telah meminta kontraktor proyek PT KCIC berkoordinasi. Hal itu dilakukan agar kontraktor memerhatikan mana zona yang aman untuk mengerjakan proyek.
"Yang jelas koordinasi memang sudah kita lakukan antara pihak kontraktor maupun dari KCIC. Namun untuk kegiatan kemarin tidak ada izin yang disampaikan kepada kami. Pada saat koordinasi ini sudah disampaikan soal ada apa di titik itu, jarak maksimal untuk melakukan pekerjaan itu juga sudah ada. Karena setiap kegiatan yang berkenaan dengan pipa kita ketika Pertamina ada di situ, kita sudah mengantisipasi sejak awal agar hal-hal yang tidak diinginkan terjadi," ujarnya.
Dewi juga menambahkan, pada saat kejadian berlangsung sedang tidak ada kegiatan yang dilakukan Pertamina di titik lokasi.