Pertamina Mulai Data Kerugian Kebakaran Pipa BBM di Cimahi

CNN Indonesia | Kamis, 24/10/2019 12:37 WIB
Pertamina Mulai Data Kerugian Kebakaran Pipa BBM di Cimahi Ilustrasi. (Istockphoto/jccommerce).
Bandung, CNN Indonesia -- PT Pertamina masih mendata kerusakan yang terjadi usai terbakarnya pipa Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kampung Mancong, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, pada Selasa (22/10) lalu. Perseroan juga masih menghitung kerugian materi yang ditimbulkan oleh kebakaran tersebut.

"Sampai saat ini belum ada (data kerugian) karena kami masih fokus pada penanganan. Begitu ini selesai, kami akan menghitung kembali baik secara operasional maupun aset-aset yang ada," kata Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina MOR III, Dewi Sri Utami ditemui di lokasi kebakaran, Rabu (23/10).

Tak hanya itu, Dewi dan jajarannya juga belum bebas mengecek lokasi karena area kebakaran masih dipasangi garis polisi. Pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk aparat kepolisian, supaya bisa segera mengidentifikasi kerusakan yang ditimbulkan kerbakaran tersebut.

"Kami belum bisa menghitung karena kan baru bisa masuk setelah ada polisi. Sejak pagi yang kami kerjakan yaitu inventarisasi aset di luar barang bukti," ucapnya.


Kebakaran pipa minyak Pertamina terjadi di pinggir jalan Tol Purbaleunyi KM 130 beberapa waktu lalu. Kebakaran diduga dipicu pipa bor yang digunakan oleh operator proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Akibat kejadian tersebut, Dewi menerangkan pihaknya langsung menutup saluran BBM. Penutupan dilakukan supaya kebakaran tidak membesar.

Terkait penanganan usai kebakaran, Pertamina melakukan sejumlah langkah mitigasi. Hal itu dilakukan karena kondisi titik lokasi kebakaran masih belum aman.

"Kemarin kan sudah pemadaman dan pendinginan, kita mitigasi risikonya dengan cara membatasi BBM yang kemungkinan berada di sekitar area itu. Seperti ada parit itu langsung kasih tanggul, oil boom dan yang bisa menetralisir air," kata Dewi.

Setelah itu, lanjutnya, pihaknya juga akan mengambil sisa-sisa bahan bakar yang ada di sekitar lokasi dan menggunakan vacuum truck. "Kami usahakan maksimal, sampai malam pun bisa kita kerjakan. Ini tim kami turunkan hampir 100 orang. Semua tim diturunkan baik dari sekuriti, HSSE dan ada 8 truk tangki yang sudah stand by," katanya.

Terkait dampak pada sawah warga dan kerugian materi, Dewi mengaku pihaknya siap membantu. Namun untuk sawah tersebut perlu koordinasi dengan pihak PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang sedang melaksanakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di lokasi tersebut.

"Lihat aturan dulu karena mau tidak mau kita harus koordinasi dengan pihak KCIC-nya. Karena beberapa wilayah di sini ada yang sudah dibebaskan lahannya," ujarnya.

Dewi juga menerangkan bahwa Pertamina turut menjadi korban dalam kebakaran ini.

"Sebenarnya kami sama dengan pihak warga juga. Nah, tentunya nanti apa yang harus kami lakukan karena ini masalah kemanusiaan, kami tetap akan berkoordinasi dengan semua pihak termasuk pak lurahnya dan juga dengan pihak kontraktornya untuk bersama-sama menangani langkah tercepatnya," katanya.

Terkait kegiatan konstruksi di kawasan tersebut, perseroan juga menyatakan telah meminta kontraktor proyek PT KCIC berkoordinasi. Hal itu dilakukan agar kontraktor memerhatikan mana zona yang aman untuk mengerjakan proyek.

"Yang jelas koordinasi memang sudah kita lakukan antara pihak kontraktor maupun dari KCIC. Namun untuk kegiatan kemarin tidak ada izin yang disampaikan kepada kami. Pada saat koordinasi ini sudah disampaikan soal ada apa di titik itu, jarak maksimal untuk melakukan pekerjaan itu juga sudah ada. Karena setiap kegiatan yang berkenaan dengan pipa kita ketika Pertamina ada di situ, kita sudah mengantisipasi sejak awal agar hal-hal yang tidak diinginkan terjadi," ujarnya.

Dewi juga menambahkan, pada saat kejadian berlangsung sedang tidak ada kegiatan yang dilakukan Pertamina di titik lokasi.

(hyg/agt)