"Oleh karena itu saya mau tekankan jajaran Kemenkeu jangan menganggap ini kelanjutan rutin dan jangan monoton," kata Sri Mulyani di kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (23/10).
Dalam sambutannya, menteri yang akrab dipanggil Ani itu mengingatkan agar Kementerian Keuangan ke depannya dapat membentuk instrumen yang sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah sebuah tuntutan bahwa pada periode yang sangat kritikal ini kita harus mampu terus-menerus berikhtiar untuk dapat pertama menandai kalau ada berbagai potensi Indonesia akan masuk ke middle income Trap," tambahnya.
Bahkan, Ia pun menyebutkan periode selanjutnya saat dirinya menjabat kembali sebagai periode yang sangat kritikal.
"Kita harus melihat dari semua sisi (baik) dari sisi instrumen pendapatan negara baik pajak, Bea Cukai dan PNB," imbuh dia.
Saat memberikan sambutan, Sri Mulyani juga mengucapkan terima kasih kepada Suami dan keluarganya. Ia mengatakan selama 3 tahun dirinya menjadi menteri, keluarganya selalu menjaga dan mendampinginya.
Pantauan CNNIndonesia.com, saat melakukan memori jabatan di kantornya, sejumlah pejabat dari Kementerian Keuangan turut hadir. Selain itu, hadir juga Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.