Kedua hal itu merupakan instruksi yang diberikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebelumnya, hal itu disampaikan Kepala Negara dalam pidato pelantikan di Gedung DPR/MPR pada Minggu (20/10).
"Fokus pertama kami menyiapkan berbagai regulasi-regulasi terkait nomenklatur baru. Fokus kedua, selama ini apa sih reformasi birokrasi? Reformasi apanya? Itu akan saya fokuskan," ungkap Tjahjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini (nomenklatur) akan mempengaruhi anggaran, struktur organisasi kementerian. Kami akan jemput bola, jangan sampai itu terganggu," ucapnya.
"Sekarang banyak pegawai (direkrut secara) administrasi, itu yang akan kita fungsionalkan dengan baik. Jadi penerimaan pegawai akan sesuai kebutuhan, misalnya dibutuhkan penyuluh pertanian, dibutuhkan pegawai puskesmas," terangnya.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Jokowi kerap meneriakkan soal reformasi birokrasi. Belakangan, orang nomor satu di Indonesia itu ingin agar birokrasi tidak terlalu gemuk.
Bahkan, ia melempar wacana ingin menyederhanakan eselonisasi alias struktur jabatan di kementerian/lembaga. Namun, Kepala Negara tidak memberi rincian pasti kapan sekiranya wacana itu akan dilakukan.
"Eselon I, eselon II, eselon III, eselon IV, apa tidak kebanyakan? Saya minta untuk disederhanakan menjadi dua level saja, diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian, menghargai kompetensi," katanya.