Usai acara, Amran mengatakan telah membahas permasalahan empat komoditas strategis dengan Syahrul yang baru menjabat menjadi Menteri Pertanian periode 2019-2024.
"Ke depan, kami sudah diskusi dengan Menteri Pertanian, Pak Syahrul. Kami yakin bisa diselesaikan. Satu adalah gula, kedelai, ketiga bawang putih, dan keempat populasi sapi," kata Amran Sulaiman di Gedung Aula Kementerian Pertanian Jakarta, Jumat (25/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kak Syahrul, kita harus minum pil di sini, namanya pil sabar. Harga naik dimarahi oleh konsumen, harga turun dimarahi oleh petani. Jadi hraus sabar-sabar untuk jadi Menteri Pertanian," pungkasnya.
Andi berpendapat Syahrul akan melanjutkan upaya peningkatan kinerja Kementrian Pertanian dengan baik ke depan.
Sementara itu, Syahrul mengungkap target 100 hari diharapkan dapat dicapai pada awal kepemimpinannya. Menurutnya, langkah lain adalah pelurusan dan verifikasi data lahan se-Indonesia yang kini masih abu-abu.
"100 hari ini masalah data harus selesai. Pak Sekjen, panggil dirjen-dirjennya. semua bantu saya. Masalah data ini tidak boleh lama-lama," kata Syahrul.
[Gambas:Video CNN]
Lebih lanjut, Syahrul menyebut kementerian pertanian harus dapat menangani permasalahan produksi padi saat terjadi kemarau, dan mengantisipasi musim panen di awal tahun.
Berdasarkan data Bulog, saat ini stok beras di Bulog sudah mencapai 2,3 juta ton. Bulog pun mengungkap telah menggunakan enam gudang di enam provinsi untuk menyimpan stok tersebut, serta mengantisipasi lonjakan produktivitas saat masa panen di awal Tahun 2020. (ara/lav)