RTI Infokom mencatat investor membukukan transaksi sebesar Rp10,19 triliun dengan volume 20,1 miliar saham. Pelaku pasar asing tercatat beli bersih atau net buy di seluruh pasar sebesar Rp52,02 miliar.
Pada penutupan kali ini, 145 saham bergerak menguat, 238 turun, dan 172 lainnya tidak bergerak. Di sisi lain, mayoritas indeks sektoral melemah. Sektor industri dasar memimpin pelemahan sebesar 1,13 persen, sedangkan sektor konsumer dan agrikultur berhasil menguat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG melemah di tengah penguatan mayoritas indeks saham Asia. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Kospi Index di Korea Selatan naik 0,11 persen dan Nikkei225 di Jepang naik 0,22 persen. Sementara itu, indeks Hang Seng di Hong Kong turun 0,49 persen.
Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan pelemahan indeks dipicu aksi ambil untung (profit taking) pelaku pasar. Pasalnya, indeks telah menguat selama 10 hari berturut-turut.
"Hampir 2 minggu selama ini pasar naik terus. Ketika harga mengalami kenaikan ada potensi profit taking dan itu yang dilakukan jadi, sell on news. Menurut kami cukup wajar," katanya kepada CNNIndonesia.com.
Namun demikian, ia tidak menampik pasar agak kecewa dengan nama-nama menteri karena banyak yang berasal dari partai politik. Pasar, kata dia, sebetulnya lebih mengharapkan menteri dari kalangan profesional.
"Kami cukup kecewa ketika Jokowi di awal bilang menteri akan diambil 60 persen dari profesional, ternyata tidak begitu pada hari H rata-rata orang partai," katanya.