Hal ini tak jauh berbeda dengan pembukaan indeks saham pagi ini yang melemah ke level 6.224 dari semula 6.225 pada perdagangan kemarin. Sejak pagi hingga siang ini, indeks bergerak dalam rentang 6.197-6.235.
Mayoritas atau sebanyak 200 saham terjungkal, sedangkan hanya 174 saham yang menguat, dan 139 saham stagnan. Selain itu, pelaku pasar asing juga terlihat beli bersih (net buy) di all market sebesar Rp184,8 miliar, sedangkan di pasar reguler sebesar Rp116,4 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya melihat saham BUMN mayoritas hijau, mungkin kemarin pasar sudah 'diskon menteri', artinya sudah positif sebelum waktunya. Kemarin-kemarin sudah positif jadi sekarang terjadi koreksi karena orang profit taking," papar Hans Kwee kepada CNNIndonesia.com, Rabu (23/10).
Hal itu terlihat dari pergerakan saham kemarin yang meningkat seiring terpilihnya kembali Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan. Beberapa nama menteri ekonomi, menurut dia, juga mendapat respons positif dari pelaku pasar.
Di sisi lain, faktor ekonomi global justru patut menjadi perhatian. Pasalnya, kebijakan keluarnya Inggris dari Uni Eropa (British Exit/Brexit) masih bergulir tanpa ujung. Di sisi lain, laporan laba korporasi Amerika Serikat menunjukkan hasil tak terlalu baik. (ulf/lav)