Respons Negatif Pelantikan Menteri Jokowi, IHSG Sesi I Lesu

CNN Indonesia | Rabu, 23/10/2019 12:54 WIB
Respons Negatif Pelantikan Menteri Jokowi, IHSG Sesi I Lesu Ilustrasi IHSG. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 2,8 poin atau 0,04 persen ke level 6.222 pada penutupan sesi I perdagangan, Rabu (23/10) siang ini. Pelemahan paling dalam indeks saham berada di level 6.199 yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, saat pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju.

Hal ini tak jauh berbeda dengan pembukaan indeks saham pagi ini yang melemah ke level 6.224 dari semula 6.225 pada perdagangan kemarin. Sejak pagi hingga siang ini, indeks bergerak dalam rentang 6.197-6.235.

Mayoritas atau sebanyak 200 saham terjungkal, sedangkan hanya 174 saham yang menguat, dan 139 saham stagnan. Selain itu, pelaku pasar asing juga terlihat beli bersih (net buy) di all market sebesar Rp184,8 miliar, sedangkan di pasar reguler sebesar Rp116,4 miliar.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee menilai koreksi IHSG ini merupakan hal wajar sebagai dampak dari perilaku investor yang melakukan ambil untung (profit taking), sehingga penurunan indeks diperkirakan hanya akan terjadi dalam jangka pendek.
Menurut dia, pengumuman menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin tak berdampak negatif terhadap pergerakan saham nasional. Kabar tersebut malah memberi sentimen positif dini.


"Saya melihat saham BUMN mayoritas hijau, mungkin kemarin pasar sudah 'diskon menteri', artinya sudah positif sebelum waktunya. Kemarin-kemarin sudah positif jadi sekarang terjadi koreksi karena orang profit taking," papar Hans Kwee kepada CNNIndonesia.com, Rabu (23/10).

Istilah 'diskon menteri' yang diungkapkan Hans maksudnya bahwa pelaku pasar sudah merespons positif semenjak nama-nama menteri muncul. Kemudian, pergerakan saham saat ini justru jadi momentum menarik imbal hasil dari posisi kemarin.

Hal itu terlihat dari pergerakan saham kemarin yang meningkat seiring terpilihnya kembali Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan. Beberapa nama menteri ekonomi, menurut dia, juga mendapat respons positif dari pelaku pasar.

Di sisi lain, faktor ekonomi global justru patut menjadi perhatian. Pasalnya, kebijakan keluarnya Inggris dari Uni Eropa (British Exit/Brexit) masih bergulir tanpa ujung. Di sisi lain, laporan laba korporasi Amerika Serikat menunjukkan hasil tak terlalu baik. (ulf/lav)