Kelima destinasi super prioritas tersebut adalah Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (Nusa Tenggara Timur), dan Likupang (Sulawesi Utara).
Pengembangan ini diharapkan bisa terwujud pada tahun 2020.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan rapat koordinasi ini bertujuan untuk membagikan informasi dan memberikan gambaran kepada para menteri.
"Dengan demikian beliau-beliau (para menteri) bisa menyusun program. Ini yang kita terjemahkan untuk supaya segera untuk apa yang nanti kita bangun bisa dimanfaatkan oleh Menpar, Menteri BUMN, dan didukung oleh kepala BKPM," kata Basuki.
Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan dari segi investasi, Presiden Jokowi berpesan agar investor yang masuk bisa fokus ke lima destinasi wisata tersebut.
"Kemudian arahnya kalau kita giring untuk mana yang jadi skala prioritas, investasi saya pikir sudah sangat baik, dan kasih kami waktu karena kami akan lakukan pemetaan," kata Bahlil.
Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan juga mengingatkan Menteri BUMN Erick Thohir agar bisa mengajak perusahaan BUMN dan swasta agar turut berinvestasi di lima destinasi wisata.
"Tidak mungkin kita mengandalkan dana APBN saja. Apalagi dengan kompetensi dan tugas tugas baru Kementerian BUMN untuk juga menjangkau dan kolaborasi swasta untuk turut serta berinvestasi," ujar Budi.
[Gambas:Video CNN]
(jnp/ard)