"Kami ingin supaya proyek smelter Freeport itu bisa lebih cepat walaupun sebenarnya line pertama dari Freeport pada 2022 itu bisa akan produksi," ujar Agus usai menjalani rapat dengan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan seperti dikutip dari Antara, Senin (28/10).
Sebenarnya, lanjut ia, progres pembangunan smelter perusahaan sudah sesuai jadwal. Namun demikian, pemerintah tengah mencari cara agar pengoperasian smelter yang telah menghabiskan dana US$151 juta itu segera terwujud.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Harga Batu Bara Rontok, Bukit Asam Efisiensi |
"Banyak produk hilirisasi yang bisa kami kejar agar di Indonesia bisa ada pabrik-pabrik yang nanti akan menggunakan hasil (pemurnian) dari Freeport. Nilai tambahnya kami dorong," tuturnya.
Sebagai informasi, pembangunan smelter Freeport berada di atas lahan seluas 100 hektare (ha) dengan kapasitas pengolahan hingga 2 juta ton konsentrat tembaga. Adapun investasi yang dibutuhkan smelter tersebut sekitar US$3 miliar.
[Gambas:Video CNN] (antara/sfr)