"Kami upayakan tahun ini, kalau bisa sudah ada kesepakatannya, ini sedang kami dorong. Sampai Desember kami lihat, sepakat atau tidak," ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Selasa (29/10).
Sebagai catatan, kedua perusahaan telah meneken Kesepakatan Kerja Sama Pengembangan Perusahaan Patungan (Joint Venture Development Agreement/JVDA) pada Desember 2016 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetapi kami usahakan yang sudah disepakati oleh kedua negara," imbuhnya.
Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menegaskan Pertamina akan tetap melanjutkan proyek perluasan kapasitas dan kompleksitas kilang Cilacap, meski tanpa Saudi Aramco. Proyek secara mandiri juga berhasil dijalankan perseroan pada proyek RDMP Balikpapan.
Sebagai informasi, nilai investasi pengembangan proyek Kilang Cilacap mencapai US$6 miliar. Rencananya, pengembangan Kilang Cilacap dirancang untuk memproses minyak mentah dari Arab Saudi yang dipasok oleh Saudi Aramco. Melalui proyek ini, kapasitas kilang minyak di Cilacap digadang akan meningkat dari 348 ribu barel per hari (bph) menjadi 400 ribu bph.
[Gambas:Video CNN] (ulf/sfr)