Mengutip Antara, harga minyak sempat melemah pada awal sesi lantaran perkiraan bertambahnya pasokan minyak mentah AS. Sementara itu, Wakil Menteri Energi Rusia menyebut masih terlalu cepat untuk membicarakan pengurangan pasokan dari anggota negara-negara anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).
Namun, di akhir sesi harga minyak berjangka Brent berhasil menguat. Secara rinci diketahui, harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi US$0,27 ke level US$55,54 per barel, sedangkan Brent naik US$0,02 menjadi US$61,59 per barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasokan bensin disebut-sebut turun 2,2 juta barel. Kemudian, minyak sulingan diproyeksi turun 2,4 juta barel.
[Gambas:Video CNN]
Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan operasi pengilangan AS berjalan lambat pada September 2019 karena digunakan untuk pemeliharaan musiman. Sejauh ini, total yang beroperasi hanya 85 persen dari jumlah kapasitas yang ada.
Informasi saja, harga minyak mentah AS WTI dan Brent terkoreksi pada perdagangan Senin (28/10). Tercatat, harga minyak WTI turun US$0,85 menjadi US$55,81 per barel dan Brent US$0,45 ke level US$61,57 per barel.