Selain itu, klaim dia, pemerintah juga akan membantu UMKM dalam penyewaan tempat penyimpanan produk (warehouse) di luar negeri. Hal itu dianggap dapat menjadi solusi cepat untuk meningkatkan kinerja UMKM.
"Nanti pemerintah akan bantu warehouse-nya. Produk UMKM bisa menaruh di gudang negara tujuan dengan sewa murah seperti yang dilakukan Thailand. Nah itu yang harus kami lakukan," tutur Teten usai acara Munas Hippindo di Kemayoran, Jakarta, Kamis (31/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khusus untuk UMKM yang sudah berkembang, pemerintah akan mengelompokkan ke dalam klaster-klaster berdasarkan sektor produksi.
"Saya punya modal tanah yang luas yakni 12,7 juta Hektare untuk petani, yaitu program tanah kehutanan sosial. Nanti misalnya 200 hektar digarap petani untuk produksi buah ekspor, maka petani itu sudah menjadi usaha besar atau naik kelas," imbuhnya.
Mal untuk UMKM Lokal
Dalam kesempatan tersebut, Teten juga meminta Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) dapat menyediakan tempat atau menyerap produk UMKM nasional.
Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah mengatakan pihaknya siap untuk mengakomodasi rencana pemerintah dalam upaya mengerek UMKM dengan menyediakan tempat yang dibutuhkan.
"Kami siap menyediakan tempat premium di mall, rest area buat UMKM. Kami juga siap membuka gerai gerai di pusat perbelanjaan di luar negeri,di mana produk UMKM akan menjadi barang yang akan dijual tentunya dengan memenuhi standard pasar," tuturnya.
[Gambas:Video CNN] (ara/bir)