"Tinggal dua bulan dan masih urusi konstruksi, masih lelang konstruksi. Ini tidak bisa diteruskan. Kita ulang terus kesalahan seperti ini. Akhirnya apa? Kualitas jelek." ujar Jokowi dalam peresmian pembukaan rapat koordinasi pengadaan barang/jasa pemerintah di JCC, Rabu (6/11).
Jokowi mencontohkan SD ambruk karena pembangunan dikerjakan buru-buru dan waktu hujan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi melihat hingga saat ini masih ada e-tendering yang masuk dengan nilai Rp31 triliun. Walau dia tahu ada e-tendering yang cepat dari tiga hari hingga 45 hari tetapi dia tidak mau melakukan hal ini terus menerus.
"Ini proses e-proc masih jalan, tapi bertahun-tahun mindset kita masih manual. Buat apa bangun sistem seperti itu kalau November kita masih e-tendering?," sindir Jokowi.
Dia pun menegaskan tahun depan sistem lelang elektronik harus berjalan dengan benar. Jokowi meminta Januari lelang sudah digelar sehingga waktu pembangunan cukup dan kualitas pun terjamin.
"Kontraktornya juga enak tidak dikejar-kejar kaya hantu," pungkas
"Itu rumus ekonomi, gak bisa dibantahkan. Kalau tidak ada pertumbuhan ekonomi, artinya rakyat kita menderita," papar Jokowi.
Jokowi menjelaskan sejak 15 tahun lalu proses pengadaan sudah memiliki e-procurement, e-tendering dan e-purchasing tetapi praktiknya masih dengan pola pikir lama,
"Saya ingatkan pengadaan barang dan jasa pemerintah harus tepat waktu. Keterlambatan sedikit saja dapat mempengaruhi APBN dan APBD, terutama sekali lagi, belanja infrastruktur yang sensitif terhadap waktu," pungkas Jokowi.
[Gambas:Video CNN] (fra/age)