"Pergerakan diperkirakan fluktuatif menjelang rilis data cadangan devisa," kata Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan dalam risetnya dikutip Kamis (7/11).
Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadev hanya sebesar US$124,3 miliar pada akhir September 2019. Posisi ini merosot hingga US$2,1 miliar dibandingkan posisi akhir Agustus 2019 yang mencapai US$126,4 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami perkirakan IHSG bergerak berbalik menguat dengan support 6.210 dan resistance 6.280," kata Dennies.
IHSG melaju di teritori negatif pada perdagangan Rabu (6/11). Indeks ditutup di level 6.217 turun 46,6 poin atau 0,74 persen.
"Rilis penjualan ritel kontraksi di atas ekspektasi pasar menjadi salah satu faktor penekan pergerakan," ucapnya.
Sementara itu, saham-saham utama Wall Street bergerak variatif. Indeks Dow Jones stagnan di posisi 27.492, S&P 500 menguat 0,07 persen ke level 3.076, dan Nasdaq Composite turun 0,29 persen menjadi 8.410.
[Gambas:Video CNN] (ulf/bir)