SoftBank Buntung, Kerugian Pertama Dalam 14 Tahun

CNN Indonesia | Kamis, 07/11/2019 12:34 WIB
SoftBank Buntung, Kerugian Pertama Dalam 14 Tahun Ilustrasi. (AFP/Kazuhiro Nogi).
Jakarta, CNN Indonesia -- SoftBank mencatat kerugian dalam laporan keuangan kuartalan perusahaan. Kerugian ini menjadi yang pertama dalam kurun waktu 14 tahun.

Dilansir dari CNN.com, kerugian ini disebabkan oleh banyaknya investasi pada startup teknologi yang besar, namun merugi seperti WeWork dan Uber.

CEO SoftBank Masayoshi Son mengakui kondisi keuangan kuartalan mereka 'mengerikan'. Ia mengakui telah mengambil pelajaran dari jatuhnya valuasi WeWork dan Uber yang memiliki masalah.


Son telah memaparkan apa yang salah dengan kondisi WeWork dan turut 'menyeret' keuangan SoftBank. Perusahaan asal Jepang ini harus menyelamatkan startup co-working space yang valuasinya jatuh.

SoftBank menyelamatkan WeWork dengan dana talangan sekitar US$10 miliar. Pasalnya, valuasi WeWork yang sebelumnya mencapai US$47 miliar, tiba-tiba meluncur jatuh saat penilaian dan cuma meninggalkan valuasi US$7,8 miliar.

Dana talangan tersebut termasuk pembayaran besar untuk pendiri WeWork yang kontroversial, Adam Neumann. Pendiri tersebut yang mengungkap pada publik bahwa perusahaan memiliki tata kelola yang buruk dan penilaian yang terlalu tinggi.

"Saya melebih-lebihkan sisi baik Adam dan sering menutup mata ke sisi negatifnya, terutama ketika menyangkut tata pemerintahan," kata Son.

Son pun mengungkap telah belajar dari kasus WeWork bahwa perusahaan pun perlu memperhatikan tata kelola untuk pendiri dan manajemen. Perusahaan pun membutuhkan standar yang jelas untuk itu.

Selain krisis WeWork, SoftBank terhantam harga saham Uber yang anjlok selama kuartal terakhir. Anjlok saham Uber telah menelan biaya Vision Fund sebesar US$8,9 miliar.

Namun, Son mengungkap dia masih memiliki back-up dari investasi Saudi sebesar US$100 miliar untuk Vision Fund. Investasi tersebut merupakan yang terbesar dan sebagian besar akan digunakan untuk investasi kecerdasan buatan.

Optimisme dan percaya diri Son bisa meyakinkan para investor kaya Arab Saudi untuk investasi miliar dolar pada Vision Fund. Hingga saat ini, Son memiliki ambisi besar untuk berinvestasi pada perusahaan yang diyakini akan mendominasi di masa depan.

Dia menyakini perusahaan yang didorong oleh data dan kecerdasan buatan akan memiliki masa depan yang cerah. Sehingga Son membutuhkan Vision Fund 2 untuk mewujudkan mimpinya tersebut.

Di tengah kekhawatiran investor, saham SoftBank masih naik 18 persen tahun ini. Meskipun mengalami kerugian besar baru-baru ini, valuasi Vision Fund masih tumbuh sekitar US$11 miliar dalam investasi kumulatif.

Di Indonesia sendiri SoftBank memiliki banyak investasi startup. Belum lama ini SoftBank menyuntik Grab Indonesia sebesar US$2 miliar.

Tahun lalu, SoftBank menyuntik Tokopedia sekitar US$1,1 miliar. Startup asal Indonesia lainnya yang juga mendapat kucuran dana dari SoftBank yakni Moka, CoHive, ShopBack, AloDokter, Modalku dan Ajaib.

[Gambas:Video CNN] (CNN.com/age)