Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan 15 program tersebut antara lain, pelaksanaan Program B30, perbaikan ekosistem ketenagakerjaan, jaminan produk halal (JPH), penelitian dan pengembangan industri farmasi, dan penguatan Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).
Program prioritas lainnya, kebijakan kredit usaha rakyat (KUR), penerapan kartu prakerja, pengembangan kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK), gasifikasi batu bara, pengembangan hortikultura berorientasi ekspor, kemitraan pertanian berbasis teknologi, percepatan elektronifikasi keuangan daerah, green refinery, dan omnibus law cipta kerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, Airlangga bilang pemerintah sedang menyusun basis data baru di sektor pertanian. Penyusunan dilakukan agar ada persamaan data terkait sektor pertanian antar K/L.
"Khusus pertanian tadi ada kesepakatan untuk itu (kalibrasi data). Kami targetkan ada yang baru untuk data pertanian, nanti teknisnya ada rapat," terang Airlangga.
[Gambas:Video CNN]
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono menambahkan bahwa penyusunan program prioritas yang harus selesai dalam enam bulan ke depan disesuaikan dengan visi dan misi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Rencana Kerja Pemerintah (RKP), Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA/KL), dan nota keuangan.
Menurutnya, ada beberapa kriteria program atau kegiatan di sejumlah K/L yang bakal dikoordinasikan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, yakni yang bersifat strategis, memiliki dampak pada kinerja K/L lain, dan berskala nasional. (aud/agt)