Sebelumnya, Presiden Iran Hassan Rouhani mengumumkan temuan di bagian barat daya Iran tersebut akan menambah cadangan minyak Iran hingga 53 miliar. Ia menyebut temuan tersebut sebagai "hadiah kecil dari pemerintah kepada rakyat Iran".
Dilansir dari AFP, Senin (11/11), Zanganeh memperkirakan hanya 2,2 miliar barel minyak atau sekitar sepersepuluh dari potensi cadangan yang dapat diekstraksi. Hal itu lantaran keterbatasan teknologi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Lagi, Jokowi Cuap-cuap soal Impor BBM |
Menurut Zanganeh, ladang minyak tersebut membentang seluas 2.400 kilometer persegi. Namun, kawasan tersebut bisa diperluas ke arat barat daya dan timur melalui eksplorasi lebih lanjut.
Sebagai informasi, Iran merupakan salah satu negara pendiri Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC). Berdasarkan perkiraan BP, saat ini, Iran memiliki cadangan minyak mentah keempat terbesar di dunia dengan nilai mencapai 155,6 miliar barel.
[Gambas:Video CNN]
Selain itu, Iran juga memiliki cadangan gas terbesar kedua terbesar di dunia.
Namun, pengenaan sanksi dari Amerika Serikat (AS) membuat Iran kesulitan mengekspor minyaknya. Sanksi tersebut diberikan usai AS keluar dari perjanjian nuklir 2015 lalu.