"Kami melakukan studi, dan menurut outlook, (pertumbuhan ekonomi) kita dapat mencapai 6 persen, (tepatnya) 6,162 persen sekitar 5, 6 tahun dari sekarang," kata Dody saat melakukan rapat kerja (raker) dalam Strategi dan Program Kerja Bank Indonesia serta implikasinya terhadap Keuangan Bank Indonesia 2019-2020 dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Senin (11/11).
Menurut Dody, laju ekonomi tersebut bisa tercapai jika pemerintah mampu menyusun kebijakan yang mendorong permintaan, khususnya sektor riil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, Dody menekankan pentingnya bauran kebijakan. Menurut Dody, bauran kebijakan harus searah antara kebijakan yang diambil BI dengan kebijakan fiskal pemerintah.
"Yang penting itu reformasi struktural itu berjalan," imbuhnya.
"Kami bertemu beberapa sektor yang bisa kami usulkan kepada pemerintah bahwa itu sektor unggulan dan kombinasi itu telah berjalan selama ini," ungkapnya.
Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi domestik masih terjebak di kisaran 5 persen selama beberapa tahun terakhir. Tahun ini, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I hanya 5,07 persen dan kuartal II 5,05 persen. Terakhir, pertumbuhan ekonomi kuartal III yang dilihat dari produk domestik bruto (PDB) pun hanya dapat tumbuh 5,02 persen.
Sejumlah ekonom menilai pergerakan laju ekonomi domestik tak lepas dari kondisi global yang lesu menyusul perang dagang antara Amerika Serikat dengan China.
[Gambas:Video CNN] (ara/sfr)