Saat ini, PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco belum kunjung menemukan kesepakatan valuasi aset kilang tersebut.
"Kami sedang valuasi, selisihnya masih ada US$1,5 miliar. Kami bagaimana, kalau betul tetap segitu tentu kami lihat pilihan lain," katanya, Senin (11/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain kepastian kilang Cilacap, Luhut juga meminta Pertamina mempercepat pembangunan mega proyek kilang lainnya. Perusahaan minyak negara itu, tercatat memiliki enam proyek kilang yang tengah dibangun, yakni empat proyek pengembangan atau RDMP dan dua proyek baru atau Grass Root Refinery (GRR).
Luhut bilang pemerintah akan mengevaluasi perkembangan tiap kilang.
"Sekarang kami evaluasi satu-satu, tadi kami identifikasi. Minggu depan Pertamina akan lapor sama saya lagi, bagaimana time table (jadwalnya)," katanya.
[Gambas:Video CNN] (ulf/sfr)