"Kalau tata ruang kita tutup, ekonomi berhenti bergerak. Lantas mau dikemanain? Karena itu, di skala nasional, industri diarahkan ke luar Jakarta," ujar Kepala Dinas Cipta Karya, Pertanahan, dan Tata Ruang DKI Jakarta Heru Hermawanto kepada CNNIndonesia.com, Rabu (13/11).
Menurut Heru, penurunan permukaan tanah terjadi karena banyaknya industri yang menggunakan air tanah. Terlebih, sekitar 60 persen wilayah Jakarta terisi dengan kegiatan ekonomi, yang membuat kondisi Jakarta semakin padat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penurunan 75 cm setara dengan satu kaki orang dewasa. Hitung-hitungan 75 cm didapat dari penelitian yang menemukan rata-rata permukaan tanah Jakarta menurun 2,5 cm per tahun.
Lihat juga:YLKI Desak Grab Setop Rental Skuter Listrik |
"Ada yang turun karena ada pengambilan air tanah. Tidak 100 persen karena pengambilan air tanah. Karena ada faktor tanah," katanya.
Kedua, penurunan tanah juga disebabkan oleh faktor geologi, seperti jenis tanah aluvial. Tanah aluvial tergolong sebagai tanah muda yang terbentuk dari endapan halus, dan ketiga adalah tata guna lahan.
[Gambas:Video CNN] (ctr/bir)