Cerai dengan Garuda, Menhub Tagih Laporan Keuangan Sriwijaya

CNN Indonesia | Kamis, 14/11/2019 20:41 WIB
Cerai dengan Garuda, Menhub Tagih Laporan Keuangan Sriwijaya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan meminta dokumen laporan keuangan PT Sriwijaya Air secara berkala sebagai jaminan perusahaan tetap memberikan pelayanan sesuai standar. Permintaan itu menyusul pecahnya kongsi antara perusahaan dengan Garuda Indonesia Group beberapa waktu lalu.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan laporan keuangan Sriwijaya Air akan menjadi tolak ukur bagi mitra perusahaan, seperti penyedia avtur dan bengkel pesawat dalam memberikan pelayanan kepada Sriwijaya Air. Jika laporan keuangan positif, mitra perusahaan tentu merasa tenang bahwa pembayaran dilakukan dengan lancar.

Kemudian, laporan keuangan juga akan memberikan gambaran kepada regulator terkait utang Sriwijaya Air kepada perusahaan lain.


"Kami akan minta laporan keuangan mereka (Sriwijaya Air). Jadi, tanggung jawab ke pihak lain juga tercatat di situ," ucap Budi, Kamis (14/11).

Lebih jauh, Budi menyatakan pihaknya akan terus memantau operasional penerbangan Sriwijaya Air ke depannya. Hal yang pasti, ada beberapa hal yang harus dipenuhi oleh entitas penerbangan, salah satunya sumber daya manusia (SDM).

"SDM harus memenuhi syarat, presiden direkturnya, direktur operasional, dan direktur perawatan itu kami klarifikasi. Itu sudah selesai," terang Budi.

Lalu, Sriwijaya Air juga harus mendapatkan jaminan dari pihak lain untuk perawatan hingga penyediaan avtur. Pasalnya, perawatan pesawat wajib dilakukan secara berkala.

"Kami secara reguler akan inspeksi di bandara-bandara tertentu," kata Budi.
[Gambas:Video CNN]
Ia menambahkan keputusan Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air yang mengakhiri kerja sama manajemen (KSM) akan membuat pasar lebih kompetitif. Hal ini karena jumlah operator juga semakin banyak selepas keduanya 'bercerai'.

"Status Garuda Indonesia dan Sriwijaya jelas. Ini bagusnya jadi ada kompetisi, Garuda fokus dengan perusahaannya dan Sriwijaya juga," jelas dia.

Sebagai informasi, pemegang saham Sriwijaya Air memutuskan untuk menghentikan KSM dengan Garuda Indonesia. Penghentian kerja sama tersebut diputuskan dalam rapat yang digelar pada Jum'at (8/11) lalu.
(aud/sfr)