Pemerintah Rehabilitasi Irigasi Gumbasa Pasca-Bencana

Kementerian PUPR, CNN Indonesia | Jumat, 15/11/2019 19:30 WIB
Pemerintah Rehabilitasi Irigasi Gumbasa Pasca-Bencana Irigasi akan segera berfungsi di kawasan hulu Gumbasa untuk mengairi lahan pertanian subur seluas 1.070 hektare. (Dok. PUPR)
Jakarta, CNN Indonesia -- Untuk memulihkan produksi pertanian tanaman pangan di Daerah Irigasi (DI) Gumbasa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pascabencana gempa bumi dan likuefaksi tahun 2018 silam, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi Bendungan dan Saluran Daerah Irigasi Gumbasa.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan bahwa irigasi akan segera berfungsi di kawasan hulu Gumbasa untuk mengairi lahan pertanian subur seluas 1.070 hektare.

Total layanan Daerah Irigasi Gumbasa dari hulu hingga hilir adalah sekitar 8.180 hektare.


Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR di Sulteng, Arie Setiadi Moerwanto, mengatakan bahwa Daerah Irigasi Gumbasa harus diprioritaskan dalam rangka pemulihan ekonomi lokal.

"Masyarakat Sigi harus pulih dan meningkat penghidupannya, serta mengatakan sangat terbantu dengan irigasi tersebut," jelas Arie.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Irigasi dan Rawa Ditjen SDA, Mochammad Mazid mengatakan DI Gumbasa yang dibangun pada tahun 1931 mulanya hanya berupa free intake dengan suplai air dari Sungai Gumbasa, kemudian oleh Departemen PU dibangun menjadi bendung permanen pada tahun 1976.

Karena pemanfaatannya berlangsung cukup lama maka saat ini dilakukan rehabilitasi dan rekonstruksi yang terbagi dalam dua tahap.

Tahap I berupa rehabilitasi bendung dan saluran untuk areal pertanian seluas 1.070 hektare. Kegiatan rehabilitasi meliputi perbaikan intake, gravel trap, sand trap, saluran induk (7.168 meter), saluran sekunder Ramba (996 meter), saluran sekunder Kalawara (492,6 meter), dan saluran sekunder Kalulu Lau (1.124,8 meter), saluran pembuang Pandere (1.166 meter), dan saluran pembuang Sibowi (1.500 meter).

Sedangkan Tahap II akan difokuskan pada pekerjaan pembangunan saluran irigasi untuk melayani sekitar 7.100 hektare area pertanian potensial.

Pekerjaan tahap pertama menelan biaya Rp. 152 miliar yang bersumber dari APBN dengan progres fisik sebesar 82 % dan ditargetkan selesai pada Desember 2019.

Untuk tahap II, akan dilakukan Perencanaan Desain Teknis melalui Program ESP Loan ADB pada Desember 2019 hingga Agustus 2020. Sementara itu, konstruksinya akan dimulai pada Mei 2020 dan ditargetkan selesai pada November 2021.

Daerah Irigasi (DI) Gumbasa terletak di area lembah Palu yang memanjang dari kaki hulu Sungai Gumbasa mengalir hingga Sungai Kawatuna di Kota Palu.

Secara administratif, DI Gumbasa melayani 5 Kecamatan yang berada di Kabupaten Sigi dan Kota Palu yaitu, Kecamatan Gumbasa,Tanambulaya, Dolo, Sigi Biromaru dan Palu Selatan serta memiliki luas irigasi potensial 8.180 hektare.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Ditjen SDA, Ferianto Pawenrusi menambahkan, selain rehabilitasi dan rekonstruksi, pemerintah juga melakukan pengamanan pantai dampak tsunami yang akan kontrak pada November 2019, sepanjang tujuh kilometer di Teluk Talise.

Untuk pemenuhan air baku Kabupaten Sigi dan Kota Palu akan dibangun instalasi air baku Pasigala Baru dengan kapasitas 600 liter per detik untuk melayani 60 ribu Kepala Keluarga.

Suplai air baku ini akan mengalir ke hunian tetap di Pombewe, sementara untuk hunian tetap di Tondo-Talise dan Duyu akan ada jaringan air baku melalui Sungai Paniki dan Sungai Lewara.

(vws)