Adapun, perusahaan yang terlibat langsung dalam pembangunan proyek tol sepanjang 11 kilometer (Km), yakni PT Marga Sarana Jabar (MSJ), entitas PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebagai pengelola, PT PP (Persero) Tbk sebagai kontraktor, dan PT Indec sebagai konsultan.
"Harus kena sanksi, nanti kami lihat sanksinya bertingkat bisa sampai pergantian direksinya seperti yang kemarin juga banyak sanksi," tutur Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin, Senin (15/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti hasilnya disampaikan ke Pak Menteri (Menteri PUPR Basuki Hadimuljono) baru kami adakan rilis," katanya.
Proyek Strategis Nasional (PSN) itu dibagi menjadi empat seksi. Pertama, seksi I meliputi ruas Sentul Selatan-Kedung Halang sepanjang 3,85 Km. Ruas ini telah beroperasi sejak November 2009.
[Gambas:Video CNN]
Kedua, seksi IIA meliputi ruas Kedung Halang-Kedung Badak sepanjang 1,95 Km. Ruas ini telah beroperasi sejak Mei 2014.
Ketiga, seksi IIB mencakup ruas Kedung Badak-Simpang Yasmin sepanjang 2,65 Km. Ruas ini telah beroperasi Juni 2018.
Saat ini, pengelola dan kontraktor masih mengerjakan seksi terakhir, yakni seksi III meliputi ruas Simpang Yasmin-Salabenda sepanjang 4,9 Km. (ulf/bir)