Dilansir dari Antara, Senin (18/11), investasi tersebut di antaranya berasal dari perusahaan Singapura Global Aluminium, perusahaan Malaysia Press Metal, serta perusahaan lokal PT Mahkota Karya Utama.
"Kesepakatan investasi itu sudah ditandatangani pada Jumat (15/11) dan turun disaksikan oleh Pelaksana Tugas Gubernur Kepulauan Riau Isdianto," ujar Santoni, pimpinan PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) selaku pemegang saham KEK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaksana tugas (Plt) Kepulauan Riau Isdianto menyatakan pemerintah daerah mendukung investasi tersebut. Ia juga berharap proyek alumina tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang tengah lesu.
"Harapan kami tentu tenaga kerja lokal lebih banyak yang terserap sehingga ekonomi warga tempatan juga akan meningkat," ucapnya.
Sebagai informasi, KEK Galang Batang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2017 pada 12 Oktober 2017. KEK seluas 2.333 hektare itu memiliki kegiatan utama berupa industri pengolahan bauksit dan logistik.
[Gambas:Video CNN] (antara/sfr)