Hal ini diungkap langsung oleh Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga kepada awak media dalam pertemuan terbatas di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (20/11). Menurutnya, keputusan penempatan tokoh yang sudah dipanggil oleh Erick akan disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BUMN yang bersangkutan.
"Kami berharap cepat, bulan ini, kalau tidak ada masalah-masalah. Tunggu tanggal mainnya," ucap Arya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BUMN 142 perusahaan, kami perlu figur-figur yang bisa mendobrak, tidak mungkin 142 BUMN dipegang satu orang. Kami harapkan ada perwakilan perwakilan yang memang punya rekam jejak pendobrak," katanya.
Selain Ahok, mantan ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf itu juga sempat memanggil tokoh lain untuk menjadi bos BUMN, yaitu mantan wakil ketua Komisi Pembentasan Korupsi (KPK) Chandra Marta Hamzah. Chandra santer dikabarkan bakal mengisi kursi bos di bank BUMN.
[Gambas:Video CNN] (uli/age)