Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan data perekonomian Indonesia masih cukup baik walaupun saat ini kondisi ekonomi global sedang diwarnai ketidakpastian. Kondisi tersebut menjadi katalis positif bagi gerak indeks saham.
"Pergerakan IHSG saat ini masih cukup meyakinkan untuk kembali naik," kata William dalam risetnya dikutip Senin(25/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Inalum Siapkan Rp7 Triliun Beli Saham Vale |
"Pergerakan akan cukup terbatas karena masih minim sentimen pendorong," ucapnya.
Investor, sambung dia, masih khawatir terhadap sentimen global. Mereka menunggu dan mengamati (wait and see) kesepakatan dagang AS-China.
[Gambas:Video CNN]
Untuk diketahui, Wakil PM China Liu He mengundang perwakilan dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin ke Beijing untuk negosiasi lebih lanjut.
Wakil PM China Liu He mengatakan sangat optimistis kesepakatan dagang fase pertama AS-China bisa tercapai.
Namun demikian, kisruh di Hongkong bisa mengganggu negosiasi AS-China. Presiden AS Donald Trump disebut mendukung demonstran prodemokrasi Hong Kong.
Ia memprediksi IHSG akan melaju di rentang support 6.068-6.084 dan resistance 6.119-6.138.
IHSG terpantau terpantau mengalami koreksi pada perdagangan Jumat (22/11). Indeks ditutup di level 6.100 turun 17,12 poin atau 0,28 persen. Sepanjang pekan lalu, IHSG turun 0,46 persen.
Sementara itu, saham-saham utama Wall Street kompak menguat. Indeks Dow Jones naik 0,39 persen ke posisi 27.875, S&P 500 naik 0,22 persen ke level 3.110, dan Nasdaq Composite naik 0,16 persen menjadi 8.519.