PR pertama, kata Nicke, terkait ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri yang masih dipenuhi impor. "Sejujurnya, kami masih harus sebagian impor karena belum mampu mencukupi kebutuhan sendiri," ujarnya, Selasa (26/11).
PR kedua, yaitu akses. Memang, berbagai infrastruktur sudah dibangun pemerintah dan perusahaan minyak nasional, namun kebutuhan energi bagi 70 ribu desa di Indonesia masih belum sepenuhnya terjangkau dari sisi akses.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah sendiri sudah melangsungkan kebijakan pencampuran minyak nabati pada BBM alias biodiesel. Namun, itu pun belum cukup. Begitu pula dengan penggunaan energi dan panas bumi lainnya.
"Artinya, kita harus mencari sumber energi terbarukan. Kita lihat CPO terdapat banyak di Sumatera, maka perlu bangun bio refinery di sana. Lalu, batu bara di Sumatera Selatan, maka bangun coal grasifikasi di sana," tandas Nicke.
[Gambas:Video CNN] (uli/bir)