Saudi Aramco merupakan mitra kerja sama Pertamina di proyek pengembangan kilang Refinery Unit IV Cilacap saat ini. Namun, kerja sama kedua pihak belum memberikan hasil signifikan.
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan penawaran ini akan diberikan perusahaan pelat merah bila kedua pihak tak kunjung mendapat kesepakatan nilai valuasi pada kerja sama kilang Cilacap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati begitu, Nicke memastikan keputusan ke depan akan dikaji dengan matang. Pertamina, katanya, masih akan menunggu kesepakatan dari Saudi Aramco sampai akhir tahun ini.
"Opsi pertama tetap seperti skema awal di mana seperti yang sudah dibahas selama in, kami sedang lakukan kesepakatan untuk valuasi," tuturnya.
"Ya bisa saja (jalan sendiri), kalau tidak ada angka (kesepakatannya). Masa dia (Pertamina dan Saudi Aramco) mau kawin kalau tak cocok," ujarnya.
Kendati begitu, Luhut masih memberi waktu kedua pihak agar bisa melahirkan kesepakatan.
"Saudi Aramco juga kami sekarang menunggu hasil audit tapi kalau selisih audit itu tetap US$1,5 miliar, kan tidak bertemu, jadi kami tawarkan dia (Saudi Aramco) investasi yang lain," jelasnya.
"Tetapi kami usahakan yang sudah disepakati oleh kedua negara," ungkapnya.
Sebagai informasi, kedua perusahaan telah meneken Kesepakatan Kerja Sama Pengembangan Perusahaan Patungan (Joint Venture Development Agreement/JVDA) pada Desember 2016 lalu.
Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari perjanjian awal (heads of agreement/HoA) yang ditandatangani pada November 2015 lalu. Nantinya, dua perusahaan akan membentuk perusahaan patungan, untuk pengembangan proyek tersebut.
[Gambas:Video CNN]
Catatan Redaksi: Judul artikel ini diubah menjadi 'Pertamina Tawarkan Skema Kilang Balikpapan ke Saudi Aramco' terkait dengan klarifikasi dari pihak terkait. (uli/age)