Diketahui, alokasi anggaran Kementerian ESDM sebesar Rp5,16 triliun. Rinciannya, Rp3,15 triliun untuk belanja barang, Rp1,14 triliun untuk belanja modal, dan Rp870 miliar untuk belanja pegawai.
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan rendahnya serapan anggaran disebabkan banyak proyek-proyek yang pembayarannya baru dapat dilakukan pada akhir tahun. Terutama, untuk proyek yang pembangunan fisiknya membutuhkan jangka panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Anggaran 2020 Naik
Sementara itu, tahun depan, pagu anggaran Kementerian ESDM melonjak 87,4 persen menjadi Rp9,67 triliun. Mayoritasnya atau sebesar Rp4,74 triliun dialokasikan untuk belanja barang. Kemudian, Rp3,99 triliun untuk belanja modal dan Rp930 miliar belanja pegawai.
Arifin bilang dengan lonjakan anggaran itu, maka Kementerian ESDM akan melakukan percepatan penyerapan anggaran.
"Akan bentuk manajemen proyek. Lalu, kami akan lakukan early (lebih awal). Kami juga harus belajar dari pengalaman sebelumnya, apa bottle neck (halangan) yang terjadi," imbuh dia.
Arifin menuturkan prioritas belanja Kementerian ESDM dialokasikan untuk minyak dan gas (migas) sebesar Rp3,79 triliun. Diikuti oleh kebutuhan energi baru terbarukan (EBT) dan konversi energi sebesar Rp1,23 triliun, sektor geologi sebesar Rp621,5 miliar, dan pendidikan serta vokasi Rp349,1 miliar.
Selanjutnya di bidang EBTKE, Kementerian ESDM akan menggunakan dana tersebut untuk pembangunan biogas komunal, pembangunan peralatan efisiensi energi, layanan infrastruktur EBTKE, pembangunan PLTS rooftop dan di lingkungan TNI.
Pada sektor geologi, Kementerian ESDM akan menyisihkan dana untuk pengembangan geopark dan pos pengamatan gunung api. Kementerian ESDM juga akan menggunakan dana tersebut untuk pemboran air bersih di daerah sulit air dan penyediaan peralatan sistem mitigasi bencana geologi.
Terakhir, Kementerian ESDM akan menggunakan dana anggaran untuk pengembangan Politeknik Energi dan Pertambangan di Bali dan Prabumulih, lalu diklat masyarakat bidang migas, EBTKE, dan geologi mineral dan batu bara. (ulf/bir)