Jokowi Klaim Defisit APBN Aman Meski Lampaui Target

CNN Indonesia | Kamis, 28/11/2019 12:52 WIB
Jokowi Klaim Defisit APBN Aman Meski Lampaui Target Jokowi mengklaim defisit APBN berada dalam tingkat yang aman. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan tetap berada di tingkat yang aman, meski membengkak dari target yang telah ditentukan. Keamanan defisit tersebut ia sampaikan untuk tahun ini dan tahun depan.

Dalam APBN 2019, pemerintah menargetkan defisit anggaran hanya berkisar 1,84 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara pada tahun depan berada di angka 1,76 persen dari PDB.

Namun, menurut Jokowi, realisasi justru akan melebihi target. Ia memperkirakan defisit APBN 2019 akan mencapai lebih dari 2 persen dan defisit tahun depan juga akan melebihi asumsi awal.


"Rasio defisit anggaran memang kita sangat hati-hati kalau dibandingkan negara-negara lain. Kemungkinan jadi bergerak (dari target), tapi semua masih prudent di bawah 3 persen atau 2,5 persen (dari PDB)," ucap Jokowi ketika membuka acara diskusi bertajuk 100 CEO Forum Kompas di kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (28/11).

Lebih lanjut ia mengatakan rasio defisit anggaran akan terus dijaga karena pemerintah bahwa APBN merupakan alat yang mampu digunakan untuk merangsang ekonomi nasional. Meski, sumbangan ekonomi dari penggunaan anggaran negara hanya sekitar 14 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Sementara, 86 persen lainnya disumbang oleh aktivitas bisnis dari pihak swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kendati begitu, kepala negara menggarisbawahi bahwa APBN tetap perlu dijaga karena menopang kebutuhan anggaran pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang menjadi fokus lima tahun ke depan.

"Lima tahun ke depan akan dikerjakan pembangunan sumber daya manusia, ini tidak mudah karena lima tahun yang lalu kita bekerja keras fokus pada infrastruktur, meski kita lanjutkan juga," tuturnya.

Untuk pembangunan SDM, pemerintah mengalokasikan anggaran senilai Rp492,5 triliun pada APBN 2019. Jumlah itu kemudian meningkat menjadi Rp508 triliun pada APBN 2020.

Anggaran tersebut umumnya akan digunakan untuk program Indonesia Pintar, Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan beasiswa Bidik Misi. Kemudian, juga untuk pembangunan dan rehabilitasi sekolah dan ruang kelas.

[Gambas:Video CNN] (uli/age)