"Tentu saja, Indonesia tidak akan tinggal diam dengan diskriminasi ini," ujar Jokowi di hadapan belasan perwakilan bisnis Uni Eropa dan ASEAN di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (28/12).
Menurut Jokowi, diskriminasi sawit telah menjadi batu sandungan dalam penguatan kerja sama ekonomi Eropa dengan Indonesia, termasuk ASEAN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Airlangga menyebutkan komoditas kelapa sawit yang mendapat diskriminasi dari Eropa, khususnya untuk produk biofuel. Menurutnya, pasar biofuel RI di Eropa mencapai US$650 juta. Sementara, nilai perdagangan RI-Uni Eropa sebesar US$31 miliar.
Ketua Umum Partai Golkar itu mengingatkan delegasi Uni Eropa bahwa Indonesia merupakan pembeli terbesar untuk pesawat Airbus. Sampai saat ini masih terdapat pemesanan 200 unit pesawat Airbus.
"Jadi kami cari jalan keluar terkait masalah biofuel di Eropa," tandasnya.
[Gambas:Video CNN] (fra/bir)